Kadin sebut resesi tidak akan seburuk krisis ekonomi 1998

Kadin sebut resesi tidak akan seburuk krisis ekonomi 1998

Dokumentasi - Ketua Umum DPD Hippi DKI Jakarta Sarman Simanjorang (berjas) memberikan pernyataan mengenai perekonomian Jakarta dalam acara Review Ekonomi Jakarta 2019 dan Outlook 2020 di Jakarta, Selasa (17/12/2019). ANTARA/Ricky Prayoga/am.

fundamental ekonomi masih kuat, kondisi perbankan kita masih kuat
Jakarta (ANTARA) - Wakil Ketua Dewan Pertimbangan Kadin DKI Jakarta Sarman Simanjorang menilai kondisi ekonomi yang diprediksi mengalami kontraksi dan membawa pada resesi pada triwulan III-2020 tidak akan seburuk krisis ekonomi yang menimpa Indonesia pada1998.

"Kami melihat fundamental ekonomi masih kuat, kondisi perbankan kita masih kuat, berbeda dengan krisis tahun 1998 atau 2008 di mana industri keuangan kita sudah hancur," kata Sarman saat dihubungi Antara di Jakarta, Senin.

Ketua Umum DPD Himpunan Pengusaha Pribumi Indonesia (Hippi) DKI Jakarta tersebut menegaskan bahwa para pengusaha sejatinya tidak khawatir dengan dampak resesi, namun lebih kepada pandemi COVID-19 itu sendiri jika terjadi secara berkepanjangan.

Pandemi yang terjadi berkepanjangan ini justru berpotensi membuat para pengusaha tidak lagi mampu bertahan, menimbulkan masalah sosial hingga memasuki depresi ekonomi.

Menurut dia, resesi ekonomi di tengah pandemi COVID-19 tentu saja tidak bisa terelakkan, mengingat sejumlah negara maju bahkan telah lebih dahulu mengalaminya.

Dalam kondisi tersebut, pengusaha tidak punya pilihan selain mengambil langkah bertahan, seperti efisiensi biaya operasional, termasuk sumber daya manusia yang mengakibatkan pengurangan karyawan.

"Efisiensi, kemudian mengurangi berbagai pengeluaran-pengeluaran yang mungkin tadinya ada dalam jangka menengah-panjang, akan direvisi. Tidak tertutup kemungkinan akan terjadi pengurangan karyawan," kata dia.

Sarman menambahkan bahwa pengusaha mendorong agar pemerintah melalui Komite Penanganan COVID-19 dam Pemulihan Ekonomi Nasional mempercepat ketersediaan vaksin, menambah kemampuan testing spesimen, hingga menambah kesediaan tempat tidur di rumah sakit dan ruang isolasi.

Pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal III-2020 diproyeksi terkontraksi minus 2,9 persen sampai minus 1,1 persen.

Baca juga: Kemenkeu: Kita sudah resesi, perlambatannya sudah mulai kuartal I
Baca juga: Anggota DPR ajak semua pihak tetap optimistis hadapi ancaman resesi
Baca juga: Pemerintah yakin ekonomi kuartal III membaik meski dibayangi resesi

 

Pewarta: Mentari Dwi Gayati
Editor: Faisal Yunianto
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Batam antisipasi resesi di masa pandemi

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar