Palembang (ANTARA News) - Manajer Sriwijaya FC (SFC), Hendri Zainuddin, menanggapi secara serius wacana desakan perombakan manajemen klub itu dari Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sumatera Selatan (Sumsel).

"Apalagi, wacana itu mengerucut kepada tuntutan agar saya mundur," kata Hendri, di Palembang, Selasa.

Menurut dia, sesuai dengan pemberitaan media massa yang dibaca, dipertanyakan kenapa DPRD bicara merombak manajemen SFC.

Padahal menurut dia, manajemen SFC itu banyak komponennya.

"Saya tahu, perombakan yang dimaksudkan mengerucut kepada saya. Seharusnya, katakan saja, langsung tunjuk hidung siapa orangnya," ujar Hendri pula.

Meskipun demikian, menurut Hendri, DPRD Sumsel tidak dapat serta merta berbuat demikian, mengingat manajemen SFC memiliki mekanisme sendiri.

"Bagi saya tidak masalah diganti, tapi lihat dulu hasil kami di akhir kompetisi. Jika terbukti saya gagal, saya pun sadar diri. Sekarang ini, kami sedang jalan, jadi belum bisa dijadikan indikator suatu keberhasilan," kata dia lagi.

Kepercayaan diri Hendri untuk tetap menyelesaikan tugasnya sebagai Manajer SFC hingga akhir musim, menurut dia didasari oleh pemahamannya terhadap karakter masyarakat Sumsel yang menjadi pencinta SFC.

Dia merasa, kelompok yang tidak menyukainya sebagai manajer itu, adalah sekelompok orang yang memiliki kepentingan politik berseberangan dengannya, dan tidak senang secara pribadi.

"Saya melihat dua kelompok ini yang dominan. Sementara, orang-orang yang murni melihat persoalan sangat minim sekali berperan. Jadi, lebih baik saya jalan terus," ujar dia.

Ia pun merasa yakin, teriakan ejekan yang terjadi di Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring, setiap namanya disebutkan sebelum pertandingan, akan berkurang seiring dengan kinerja yang ditunjukkan.

"Saya tidak mau konsentrasi sebagai manajer terpecah oleh masalah itu, yang terpenting buat saya adalah bagaimana membawa tim ini menang di setiap pertandingan, mencapai target double winner, dan gaji tidak terlambat. Jika apa yang saya lakukan masih tidak cukup oleh masyarakat, ya saya anggap ini adalah ibadah," ujar dia lagi.

Hendri menyatakan, manajemen SFC dijadwalkan bertemu dengan anggota DPRD Sumsel pada 17 Maret 2010, untuk memberikan penjelasan tentang kinerja manajemen SFC yang ditangani PT Sriwijaya Optimis Mandiri (SOM). (U005*B014/K004)

Pewarta:
Editor: Kunto Wibisono
Copyright © ANTARA 2010