Jakarta (ANTARA News) - Lampu di beberapa tempat di Jakarta akan mati dalam waktu satu jam mulai pukul 20.30 sampai 21.30 pada Sabtu (27/3) dalam rangka program "Earth Hour" dari WWF.

Hal tersebut dinyatakan secara resmi oleh Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo melalui Deputi Gubernur Bidang Tata Ruang dan Lingkungan Hidup, Ahmad Haryadi, dalam jumpa pers acara Earth Hour 2010 di Hotel Shangri-La Jakarta, Kamis.

Sebagai Gubernur DKI Jakarta dan Duta Earth Hour Indonesia, Fauzi Bowo menyatakan diri bersedia berpartisipasi dalam Earth Hour 2010 dan sekaligus menghimbau agar pemimpin-pemimpin kota besar lainnya dapat mendukung partisipasi dalam acara tersebut di kota masing-masing.

Sebagai bentuk partisipasi Earth Hour 2010, Pemda DKI Jakarta akan memadamkan lampu di lima ikon kota yaitu Bundaran HI dan air mancurnya, Monas dan air mancur menarinya, Gedung Balai Kota, Patung Pemuda dan Air Mancur Patung Arjuna Wiwaha (depan gedung Depbudpar).

"Pemda juga mengeluarkan surat edaran kepada pemilik gedung bertingkat untuk mendukung Earth Hour," kata Haryadi.

Pemda juga akan mematikan lampu-lampu iklan luar ruang dan lampu-lampu penerangan jalan umum di beberapa ruas jalan pada pelaksanaan Earth Hour 2010.

Pada pelaksanaan Earth Hour 2009 selama satu jam, berhasil dihemat konsumsi listrik sebesar 50 Megawatt di kota Jakarta.

Direktur Program Iklim dan Energi WWF-Indonesia, Fitrian Ardiansyah mengatakan ada empat kota besar selain Jakarta yang bakal ikut berpartisipasi dalam Earth Hour 2010 yaitu kota Surabaya, Yogyakarta, Bandung dan Denpasar.

Fitrian mengatakan komunitas pendidikan seperti pelajar, mahasiswa dan para guru akan berpartisipasi dengan ikut memadamkan lampu pada Earth Hour 2010.

"Walikota Yogyakarta juga telah menyatakan dukungannya dan bersedia mematikan lampu Tugu sebagai bagian dari ikon kota tersebut," katanya.

Earth Hour merupakan program yang diinisiasi oleh WWF untuk mengajak kalangan individu, bisnis, pemerintahan dan komunitas untuk mematikan lampu selama satu jam pada Sabtu (27/3) sebagai bentuk dukungan tindakan terhadap perubahan iklim.

Kegiatan ini pertama kali dilakukan di Sydney pada 2007, dimana dua juta orang mematikan lampu mereka.

Sedangkan pada Earth Hour 2008, ada lebih dari 50 juta orang diseluruh dunia yang ikut ambil bagian. Dan Earth Hour 2009, sebanyak satu miliar orang dari 4.088 kota besar dan kecil di 88 negara ikut mematikan lampu satu jam sebagai aksi publik terbesar untuk perubahan iklim.

(T.N006*A043/S026)

Pewarta:
Editor: Suryanto
Copyright © ANTARA 2010