Presiden Jokowi sampaikan prioritas industri turunan batu bara

Presiden Jokowi sampaikan prioritas industri turunan batu bara

Ilustrasi - Sebuah kapal tongkang pengangkut batubara melintas di Sungai Musi, Palembang, Sumatera Selatan. ANTARA FOTO/Nova Wahyudi/wsj.

Saya minta road map optimalisasi batu bara dalam negeri betul-betul dipercepat dengan penerapan teknologi yang ramah lingkungan
Jakarta (ANTARA) - Presiden Joko Widodo menyampaikan beberapa prioritas pengembangan industri turunan batu bara.

"Ada beberapa prioritas yang bisa dikerjakan seperti program gasifikasi batubara atau DME gasifikasi batubara menjadi syngas dan yang diperlukan industri petrokimia serta DME yang sangat penting sebagai substitusi LPG dimana LPG kita masih impor sehingga bisa mengurangi impor LPG kita," kata Presiden Joko Widodo di Istana Kepresidenan Bogor, Jumat.

Presiden Jokowi menyampaikan hal itu dalam rapat terbatas dengan topik "Percepatan Peningkatan Nilai Tambah Batu Bara" melalui "video conference".

DME atau dimethyl ether dikembangkan sebagai bahan bakar alternatif pengganti LPG sedangkan syngas yang merupakan singkatan dari "synthetic gas" merupakan gas berenergi yang dihasilkan melalui proses gasifikasi batu bara untuk dimanfaatkan sebagai bahan baku industri kimia seperti pupuk dan petrokimia, listrik dan gas kota.

"Saya minta road map optimalisasi batu bara dalam negeri betul-betul dipercepat dengan penerapan teknologi yang ramah lingkungan," tambah Presiden.

Presiden Jokowi meminta agar para menterinya menentukan strategi produk hilir yang ingin dikembangkan.

"Sehingga jelas arah mana yang akan kita tuju. Berapa banyak yang akan diubah menjadi gas, berapa banyak yang akan diubah menjadi petrokimia dan kawasan yang akan dikembangkan menjadi hilirisasi industri batubara di mana saja sehingga jelas arah kita ini seperti apa," tegas Presiden.

Presiden juga memerintahkan agar wilayah yang memiliki cadangan sumber batu bara dipastikan cukup untuk menjamin pasokan batu bara dalam hilirisasi industri batu bara.

"Sebelumnya saya ingin mengingatkan bahwa kita semua harus bergeser dari negara pengekspor bahan-bahan mentah dan salah satunya adalah batu bara menjadi negara industri yang mampu mengolah bahan mentah menjadi barang jadi atau barang setengah jadi. Ini saya kira strategi besar yang kita harus konsisten untuk menjalankannya," ungkap Presiden.

Untuk itu, industri batu bara Indonesia diminta untuk bergerak ke pengembangan industri turunan batu bara mulai dari industri peningkatan mutu "upgrading", pembuatan briket batu bara, pembuatan kokas (batu bara berkalori tinggi), pencairan batu bara, gasifikasi batu bara sampai dengan campuran batu bara cair.

"Saya yakin dengan mengembangkan industri turunan batu bara ini saya yakin dapat meningkatkan nilai tambah komoditas berkali-kali lipat, mengurangi 'core' bahan baku yang dibutuhkan industri dalam negeri seperti industri baja, industri petrokimia dan tidak kalah pentingnya kita bisa membuka lapangan pekerjaan sebanyak-banyaknya," jelas Presiden.

Baca juga: Presiden ingin ada solusi atas kelambanan industri turunan batu bara
Baca juga: Presiden : Industri turunan batu bara akan buka banyak lapangan kerja

 

Pewarta: Desca Lidya Natalia
Editor: Ahmad Wijaya
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Ekspor batu bara dari Aceh ke India capai 400 metrik ton

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar