Aktivis pantau situasi Jakarta lewat gowes

Aktivis pantau situasi Jakarta lewat gowes

Gowes bersama lingkar aktivis Jakarta (LAJ) di dalam kawasan Ancol, Sabtu (24/10/2020) (ANTARA/HO/LAJ)

Kita bisa cek selokan dan drainase ke kampung-kampung
Jakarta (ANTARA) - Puluhan aktivis tergabung dalam lingkar aktivis Jakarta (LAJ) memantau situasi Ibu Kota lewat kegiatan bersepeda atau gowes bersama.

"Kita bisa cek selokan dan drainase ke kampung-kampung dan hasilnya bisa untuk masukan ke Pemprov DKI," kata Inisiator LAJ Jamron, di sela-sela gowes di Kawasan Ancol, Jakarta, Sabtu.

Ia menjelaskan budaya bersepeda menjadi ajang memantau kondisi Ibu Kota di semua wilayah. Hasilnya akan menjadi masukan kepada Pemprov DKI Jakarta.

Sekretaris KONI DKI itu menyatakan gowes merupakan ajang peran aktif LAJ dalam membangun budaya sehat melalui olahraga bersepeda dan ajang silaturahmi pegowes di Jakarta.

"Warga harus sehat, sehingga kota Jakarta menjadi kuat. Apalagi saat ini, kita tengah menghadapi pandemi COVID-19. Sehat menjadi penting agar imun tubuh kita, semakin kuat," kata Jamron.

Gowes LAJ sekaligus mendeklarasikan berdirinya Gowesser Anak Jakarta (GAJ) sebagai wadah komunitas bersepeda di bawah perkumpulan LAJ.

Selain Jamron, para inisiator LAJ dari kalangan aktivis 98 yakni Boim, Agung Nugroho, Jim Lomen, Ervan Purwanto dan Adjie Rimbawan hingga Budi Siswanto.

Baca juga: Pesepeda Ibu Kota diingatkan untuk bersepeda tak sendiri
Baca juga: Ini empat kiat pesepeda di Ibu Kota agar tak dijambret

Pewarta: Fauzi
Editor: Edy Sujatmiko
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Pemprov DKI tutup 32 kawasan khusus pesepeda

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar