Jakarta (ANTARA News) - Menteri Pemuda dan Olah Raga (Menpora) Andi Mallarangeng melepas keberangkatan tim "7 Summits Expedition" atau tim pendaki puncak tertinggi dunia di tujuh benua di Kantor Kemenpora, Jakarta, Senin.

Tim "7 Summits Expedition" yang dilepas merupakan atlet-atlet terbaik hasil seleksi oleh Wanadri yang diharapkan mampu mengibarkan Bendera Merah Putih ditujuh puncak tertinggi yang telah ditetapkan.

Tujuan pertama pendakian adalah puncak Ndugu-Ndugu ( Cartenz Pyramid) di Papua. Sesuai dengan jadwal tim yang beranggotakan enam orang itu akan berangkat ke lokasi, Selasa (6/4).

Keenam atlet pendaki yang diharapkan mampu mengharumkan nama bangsa dengan menaklukkan puncak tertinggi dunia di tujuh benua adalah Ardeshir Yaftebbi (26), Iwan Irawan (38), Martin Rimbawan (28), Fajri Al Lutfi (28), Nurhuda (28) dan Gina Afriani (22).

"Mengharumkan nama bangsa dibisa dilakukan dengan berbagai cara termasuk dengan menakhlukkan puncak tertinggi di dunia. Yang jelas kami selaku pemerintah mendukung penuh kegiatan ini," katanya di sela pelepasan Tim "7 Summits Expedition".

Menurut dia, jika semuanya dipersiapkan dengan baik setinggi-tingginya puncak gunung yang ada didunia dipastikan mampu dicapai meski dengan konsekuensi dan risiko yang cukup tinggi.

Pihaknya berharap, seluruh anggota tim maupun tim pendukung "7 Summits Expedition" bisa menjalankan tugas dengan baik sehingga mampu kembali berkumpul dengan keluarga.

Ketua Umum Tim "7 Summits Expedition" Endriartono Sutarto mengatakan, untuk menyiapkan tim diperlukan waktu sekitar tiga bulan. Seluruh pendaki harus menjalani beberapa tahapan mulai latihan fisik hingga mental.

"Atlet yang masuk tim adalah atlet muda. Mereka ini belum pernah melakukan pendakian dengan medan salju. Namun itu tidak dipermasalahkan. Yang jelas mereka akan dipandu oleh tim yang telah berpengalaman," katanya di sela pemberangkatan.

Menurut dia, sesuai dengan jadwal yang telah ditetapkan oleh tim, pendakian ke puncak tertinggi dunia di tujuh benua akan memakan waktu kurang lebih 2,5 tahun hingga tahun 2012 mendatang.

Sementera itu, Ketua Tim Pendaki Ardeshir Yaftebbi mengaku siap untuk menjalani tugas pertamanya yaitu menakhluknya Puncak Ndugu-Ndugu yang berada di Papua.

"Secara teknis puncak Ndugu-Ndugu sangat susah dibandingkan dengan enam puncak yang lain. Atas pertimbangan dekat dan proses perijinan mudah maka Puncak Ndugu-Ndugu menjadi sasaran utama," katanya saat dikonfirmasi.

Menurut dia, di puncak pertama ini, selain untuk ditakhlukkan juga akan dijadikan tempat untuk mempersiapkan tim untuk expedisi selanjutnya. Karena untuk menakhlukkan enam puncak yang lain perlu perlakukan khusus.

Setelah mendaki puncak Ndugu-Ndugu (Indonesia), tim ekspedisi akan melanjutkan perjalanannya ke puncak Kilimanjaro (Tanzania) medio Juli-Agustus. Selanjutnya melakukan perjalanan panjang ke puncak Elbrus (Rusia) medio Agustus-September.

Sasaran keempat adalah puncak Vinson Nassif (Antartika) medio Desember 2010-2011, dilanjutkan ke puncak Denali/Mc Kinley (Alaska) medio April-Mei 2011, diteruskan ke puncak Aconcagua (Argentina) medio November-Desember 2011 dan yang terakhir puncak Sagarmatha (Nepal) medio April-Mei 2012.

(ANT/S026)

Pewarta: Luki Satrio
Editor: Suryanto
Copyright © ANTARA 2010