Saham Prancis setop naik 5 hari beruntun, indeks CAC jatuh 0,46 persen

Saham Prancis setop naik 5 hari beruntun, indeks CAC jatuh 0,46 persen

Produsen mobil multinasional Prancis Renault mengalami kerugian terbesar. ANTARA/Reuters.

Paris (ANTARA) - Saham-saham Prancis ditutup lebih rendah pada perdagangan Jumat (6/11/2020), menghentikan kenaikan selama lima hari berturut-turut, dengan indeks acuan CAC 40 di Bursa Efek Paris jatuh 0,46 persen atau 23,11 poin menjadi 4.960,88 poin.

Indeks CAC 40 menguat 1,24 persen atau 61,14 poin menjadi 4.983,99 poin pada Kamis (5/11/2020), setelah melonjak 2,44 persen atau 117,24 poin menjadi 4.922,85 poin pada Rabu (4/11/2020), dan meningkat tiga hari sebelumnya masing-masing 2,44 persen, 2,11 persen dan 0,54 persen.

Dari 40 saham perusahaan-perusahaan besar pilihan yang tergabung dalam komponen indeks CAC 40, sebanyak 25 saham menderita kerugian dan 15 saham lainnya berhasil membukukan keuntungan.

Perusahaan pabrikan mobil multinasional Prancis Renault, mengalami kerugian terbesar (top loser) di antara saham-saham unggulan atau blue chips, dengan harga sahamnya merosot 3,16 persen.

Diikuti oleh saham kelompok perusahaan pengolahan air dan limbah Prancis Veolia Environment yang kehilangan 2,90 persen, serta perusahaan farmasi multinasional Sanofi berkurang 2,74 persen.

Sementara itu, perusahaan produsen rolling stock multinasional Prancis Alstom SA melonjak 3,66 persen, menjadikan sahamnya sebagai peraih untung terbesar (top gainer) dari saham-saham unggulan.

Disusul oleh saham perusahaan transformasi digital utama Prancis Atos dan kelompok perusahaan industri Prancis Legran yang masing-masing terangkat 3,30 persen, serta perusahaan jasa pembayaran dan layanan transaksional Prancis Worldline naik 3,18 persen.

Baca juga: Saham Prancis naik 5 hari beruntun, Indeks CAC 40 melonjak 1,24 persen
Baca juga: Saham Prancis terus menguat, indeks CAC 40 melonjak lagi 2,44 persen
Baca juga: Saham Prancis naik 3 hari beruntun, indeks CAC 40 melonjak 2,44 persen

 

Penerjemah: Apep Suhendar
Editor: Faisal Yunianto
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar