Kementan: Petani milenial mulai terapkan internet of things

Kementan: Petani milenial mulai terapkan internet of things

Dokumentasi - Petani memotret kentang yang baru dipanen menggunakan gawai di perladangan desa Tambi, Kejajar, Wonosobo, Jawa Tengah, Senin (14/10/2019). ANTARA FOTO/Anis Efizudin/ama/aa.

sekarang petani sudah keren dan pemasukannya pun besar
Jakarta (ANTARA) - Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Kementerian Pertanian (Kementan) Prof Ir Dedi Nursyamsi mengatakan saat ini petani milenial mulai menerapkan teknologi informasi salah satunya internet of things untuk mendukung kemajuan sektor pertanian di Tanah Air.

"Itu yang dipakai petani milenial dalam menggerakkan usaha mereka," kata dia saat diskusi daring yang dipantau di Jakarta, Senin.

Apalagi, saat ini dunia telah memasuki industri 4.0 dimana segala setor kehidupan mengandalkan kemampuan teknologi untuk mempermudah pekerjaan.

Dengan menerapkan internet of things atau internet untuk segalanya, maka citra atau pandangan kepada petani yang selama ini harus kotor, kumal, penghasilan rendah akan terbantahkan.

"Itu zaman dulu, sekarang petani sudah keren dan pemasukannya pun besar," ujar dia.

Sementara itu, salah seorang petani milenial Jatu Barmawati mengatakan mengelola sektor pertanian sejatinya cukup "seksi" karena berdampak luas pada lingkungan dan tentunya sisi pendapatan.

Baca juga: Unimma rintis sekolah untuk angkat derajat petani muda

Baca juga: Wirausaha pertanian dinilai akan percepat swasembada pangan


Menurut dia, sektor pertanian merupakan usaha yang tidak akan pernah mati. Sebab, semua orang membutuhkan bahan pangan sebagai kebutuhan pokok.

"Sekarang garda terdepan penanganan COVID-19 memang petugas medis, tapi kalau tidak ada makanan ya juga tidak bisa bekerja," katanya.

Bahkan, untuk jangka panjang, Indonesia tidak hanya sebagai lumbung pangan bagi masyarakatnya namun juga bisa menjadi pemasok aneka bahan pangan bagi negara-negara lain.

Saat ini ia mengaku kondisi beberapa komoditas hasil pertanian di Indonesia memang sedikit mengalami penurunan akibat pandemi COVID-19. Namun, petani yang cerdas akan selalu menangkap peluang salah satunya ekspor pangan olahan yang permintaannya masih tinggi.

Senada dengan itu, Ketua Duta Petani Milenial Sandi Octa Susila mengatakan telah menerapkan sebuah aplikasi yang dihubungkan langsung dengan citra satelit untuk memantau lahan pertanian yang dikelolanya.

Dengan memanfaatkan teknologi informasi tersebut petani milenial mematahkan anggapan pekerjaan di sektor pertanian harus kucel, kotor, kumal dan harus pegang cangkul dan sebagainya.

Baca juga: Kementan: Perlu regenerasi petani milenial untuk tingkatkan pangan

Baca juga: Kementan: Penggunaan IOT mudahkan petani milenial jalankan bisnis

Pewarta: Muhammad Zulfikar
Editor: Zita Meirina
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Maksimalkan PSBB, Kominfo luncurkan 1000 mesin pintar di daerah rawan COVID-19

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar