Washington (ANTARA News) - Dua senator senior Amerika Serikat menekan Presiden Barack Obama dalam suratnya yang dirilis Senin waktu setempat untuk menyampaikan kesepakatan perdagangan bebas (FTA) dengan Korsel yang lama tertunda, ke Kongres untuk disetujui.

Pimpinan Komite Hubungan Luar Negeri Senat, John Kerry, dari Partai Demokrat, dan anggota panel senior dari partai Republik, Senator Richard Lugar, mendesak Obama untuk bekerja dengan pembuat undang-undang guna mengakhiri permusuhan karena daging sapi dan mobil yang telah menghambat perjanjian itu.

"Penyampaian perjanjian kepada Kongres juga akan dipertimbangkan sebagai langkah yang cukup untuk menunjukkan solidaritas dengan sekutu dekat dan dapat diandalkan," kata mereka dalam suratnya Jumat, yang menyerukan aksi "sesegera mungkin."

Korea Selatan mengatakan pada pertengahan November bahwa mereka siap melakukan pembicaraan untuk menekan keprihatinan di kalangan anggota parlemen AS mengenai perjanjian tersebut, terutama pada akses pasar bagi ekspor daging sapi dan mobil AS.

Anggota parlemen AS menyebutkan angka resmi menunjukkan bahwa Korea Selatan mengirimkan sekitar 700.000 mobil ke AS pada 2007 - tahun kesepakatan itu ditandatangani - sementara hanya 5.000 unit kendaraan yang diekspor AS ke Korsel.

Kalangan analis di Seoul mengatakan angka-angka itu di luar lebih dari 125.000 unit kendaraan yang dibuat anak perusahaan General Motors di Korea, termasuk kendaraan yang dibuat di Pabrik Hyundai di Alabama.

"Komitmen baru untuk menyelesaikan perjanjian perdagangan bebas Korsel-AS (KORUS FTA) akan menciptakan suasana yang lebih kondusif bagi penyelesaian masalah ini," kata Kerry dan Lugar.

"Pemerintah Korea belum yakin eksporter daging sapi AS yang memiliki akses ke pasar Korsel sudah memenuhi standar internasional dan sejarah hambatan non-tarif Korsel terhadap sektor otomotif juga meningkatkan keprihatinan yang serius," kata mereka.

AFP/A027/S004

Pewarta:
Editor: Jafar M Sidik
Copyright © ANTARA 2010