Dana Desa di Kepri naik 2,23 persen tahun depan, capai Rp276,40 miliar

Dana Desa di Kepri naik 2,23 persen tahun depan, capai Rp276,40 miliar

Ilustrasi: Pemanfaatan Dana Desa, Destinasi wisata mangrove di Desa Batu Limau, Kabupaten Karimun, Kepulauan Riau. (Ogen)

Di lima kabupaten se-Kepri seluruhnya naik
Tanjungpinang (ANTARA) - Penerimaan Dana Desa di Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) pada 2021 mengalami kenaikan 2,23 persen yaitu dari Rp270,37 miliar pada 2020 menjadi Rp276,40 miliar pada 2021.

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa Pendudukan dan Pencatatan Sipil (DPMD Dukcapil) Provinsi Kepri Sardison mengatakan kenaikan Dana Desa tersebut dipengaruhi melonjaknya jumlah total Dana Desa secara nasional pada 2021 sebesar Rp72 triliun, naik sekitar Rp800 miliar atau 1,1 persen dibandingkan 2020.

"Untuk rumus pembagian Dana Desa masih tetap, hanya saja ada perubahan data dari masing-masing lokasi, penduduk yang berubah, status daerah yang tertinggal juga berubah," kata Sardison di Tanjungpinang, Jumat.

Baca juga: Kemenkeu: Arah kebijakan TKDD 2021 dukung penguatan ekonomi nasional

Dia menjelaskan setiap tahunnya pemerintah pusat terus memperbarui data penerimaan Dana Desa di setiap kabupaten di seluruh provinsi. Maka itu, penerimaan Dana Desa juga terus mengalami kenaikan sesuai dengan status daerah, jumlah penduduk, dan pertumbuhan ekonomi suatu daerah.

"Di lima kabupaten se-Kepri seluruhnya naik," ujarnya.

Sardison merincikan penerimaan Dana Desa untuk lima kabupaten yakni Kabupaten Bintan terdiri dari 36 desa menerima dana desa sebesar Rp40,71 miliar, Karimun terdiri dari 42 desa sebesar Rp45,74 miliar, Natuna terdiri dari 70 desa sebesar Rp66,02 miliar, Lingga terdiri dari 75 desa sebesar Rp70,77 miliar, dan Kepulauan Anambas terdiri dari 52 desa sebesar Rp66,02 miliar.

Baca juga: Presiden Jokowi serahkan DIPA, dana transfer daerah dan dana desa 2021

"Total ada 275 desa dari lima kabupaten di wilayah Kepri," imbuhnya.

Sardison berharap agar aparatur desa dapat mengelola Dana Desa ini dengan baik sehingga dapat digunakan untuk memanfaatkan potensi lokal yang dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Potensi lokal dan pergerakan ekonomi desa harus digali dan dikembangkan melalui Dana Desa.

"Intinya bagaimana Dana Desa menghasilkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dengan kegiatan yang kreatif dan pengembangan individu masyarakat," katanya menegaskan.

Baca juga: Sri Mulyani paparkan realisasi penyaluran Dana Desa Rp61,28 triliun

Pewarta: Ogen
Editor: Risbiani Fardaniah
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Cerita satu desa di Konawe Selatan yang kompak golput

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar