Gus Menteri tekankan pentingnya SDGs Desa dalam arah pembangunan

Gus Menteri tekankan pentingnya SDGs Desa dalam arah pembangunan

Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Mendes PDTT) Abdul Halim Iskandar berbicara dalam konferensi pers di Kantor Kemendes PDTT, Jakarta, Kamis (10/12/2020). (ANTARA/Katriana)

Jakarta (ANTARA) - Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Mendes PDTT) Abdul Halim Iskandar menekankan pentingnya Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs) Desa atas SDGs Desa dalam mengarahkan visi misi pembangunan di desa secara jelas.

"Ini bisa menjadi arah bagi calon kepala desa yang akan maju di dalam Pilkades untuk menyusun visi misi pembangunan yang akan dicapai," kata Mendes Halim atau yang akrab disapa Gus Menteri dalam konferensi pers di Kantor Kemendes PDTT, Jakarta, Kamis.

Ia mengatakan bahwa sebelumnya di dalam rapat koordinasi pemerintah pusat dan daerah yang diselenggarakan oleh Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), dirinya menyampaikan dorongan agar di dalam Pemilihan Kepala Desa (Pilkades), para calon kepala desa menyusun visi misi pembangunan dengan merujuk kepada SDGs Desa.

Gus Menteri meyakini bahwa dengan merujuk pada SDGs Desa, maka arah pembangunan di desa akan menjadi lebih jelas dan terarah sehingga tujuan pembangunan juga dapat dicapai dengan mudah.

Baca juga: Mendes PDTT: SDGs Desa untuk dorong pembangunan hingga 74 persen

Baca juga: Kemendes: Pembangunan total desa harus seimbang dengan kearifan lokal


"Dengan merujuk pada SDGs Desa maka pembangunan di desa tidak akan pernah keluar dari konsep pembangunan yang sudah dituangkan di dalam Perpres Nomor 59 Tahun 2017 dan itu berarti pembangunan total atas desa akan bisa terwujud dengan baik," kata dia.

Gus Menteri menilai SDGs Desa sangat penting untuk diimplementasikan karena 18 target yang ada di dalamnya memberi ukuran yang jelas bagi pelaksanaan pembangunan di setiap lini bidang sehingga capaian pembangunan yang diharapkan dapat terukur dengan jelas.

Sementara itu, dalam mengimplementasikan SDGs Desa tersebut, pemerintah desa bisa menggabungkan masing-masing target di dalam SDGs sehingga terbentuk satu tipe desa yang diharapkan.

Ia mengambil contoh misalnya jika suatu desa ingin mewujudkan target desa tanpa kemiskinan, maka pemerintahan di desa itu bisa menggabungkan target SDGs nomor satu, yaitu desa tanpa kemiskinan, dan nomor dua, yaitu desa tanpa kelaparan.

"Artinya, bisa saja kepala desa atau warga masyarakat berkreasi menggabungkan satu target SDGs dengan target SDGs lain, dan ini bisa dikembangkan sedemikian rupa sehingga bisa menjadi arah bagi calon kepala desa yang akan maju, untuk menyusun visi misi yang akan dicapainya," kata Gus Menteri.

Dengan memiliki ukuran yang tepat dalam melaksanakan pembangunan di masing-masing bidang, maka laju pembangunan yang diharapkan juga akan dapat dicapai lebih cepat.*

Baca juga: BRG: Desa peduli gambut berperan dalam SDGs

Baca juga: Mendes PDTT tekankan pembangunan desa harus bertumpu pada akar budaya

Pewarta: Katriana
Editor: Erafzon Saptiyulda AS
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Desa-desa tertinggal berpeluang menjadi desa wisata

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar