Mensos: Kekuatan solidaritas sosial tentukan Indonesia hadapi COVID-19

Mensos: Kekuatan solidaritas sosial tentukan Indonesia hadapi COVID-19

Sejumlah warga antre untuk mendapatkan bahan pangan gratis saat Gerakan Donasi Lauk dan Sayuran di GG Kelor RW 10, Kelurahan Menteng, Kota Bogor, Jawa Barat, Sabtu (13/6/2020). Gerakan Donasi Lauk dan Sayuran tersebut sebagai bentuk aksi solidaritas warga RW 10 dalam membantu warga lainnya yang terkena dampak pandemi COVID-19 di masa transisi Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). ANTARA FOTO/Arif Firmansyah/hp/aa.

Melalui COVID-19 Tuhan mengingatkan kita betapa manusia di dunia ini semakin rakus
Jakarta (ANTARA) - Pelaksana tugas (Plt) Menteri Sosial Muhadjir Effendy mengatakan kekuatan solidaritas sosial dan nasionalisme yang dimiliki bangsa Indonesia akan menentukan arah bangsa ke depan terutama dalam menghadapi pandemi COVID-19.

"Momentum pandemi COVID-19 ini sangat strategis karena melihat seberapa kuat solidaritas dan nasionalisme kita," kata dia saat webinar dengan tema "Membedah kesetiakawanan sosial di masa pandemi COVID-19 dalam perspektif kaum milenial" yang dipantau di Jakarta, Kamis.

Baca juga: Plt Mensos: Bansos Jabodetabek 2021 berupa BST

Tanpa adanya solidaritas sosial tidak mungkin tercipta Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dan jiwa nasionalisme di masyarakat, kata dia.

Ia mengatakan solidaritas sosial tidak hanya berlaku bagi Indonesia saja namun secara universal. Setiap negara yang ingin membangun persatuan yang kokoh maka dapat dilihat sejauh mana solidaritas sosial tumbuh dan berkembang atau dipelihara.

Baca juga: HKSN penting untuk ungkap peranan kaum muda

Oleh karena itu, eks Rektor Universitas Muhamadiyah tersebut mengatakan upaya memperteguh nasionalisme dan solidaritas harus terus ditingkatkan terutama dalam menghadapi pandemi COVID-19.

"Baik itu memperteguh nasionalisme secara edugrafis maupun memperteguh solidaritas sosial secara nomotetis dalam memanfaatkan momentum pandemi COVID-19," kata Menteri Koordinator bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) tersebut.

Baca juga: Kemensos: Kesetiakawanan jadi modal utama bangkit lawan COVID-19

Pada diskusi virtual itu, Muhadjir mengatakan pandemi COVID-19 memiliki dua sisi. Pertama, kondisi saat ini telah merenggut nyawa manusia hingga jutaan di tingkat global akibat terinfeksi virus.

Di sisi lain, pandemi COVID-19 juga menyadarkan manusia bagaimana menyelamatkan bumi yang rusak akibat tindakan eksplorasi sumber daya alam secara berlebihan.

"COVID-19 menyadarkan kita bahwa dunia ini sudah padat polusi," katanya.

Hal itu dapat dilihat dari pembatasan sosial berskala besar (PSBB) atau karantina wilayah yang dilakukan oleh sejumlah negara membawa dampak yang cukup baik dimana tingkat pencemaran udara menurun jika dibandingkan sebelum COVID-19.

"Melalui COVID-19 Tuhan mengingatkan kita betapa manusia di dunia ini semakin rakus," katanya.

Pewarta: Muhammad Zulfikar
Editor: Heru Dwi Suryatmojo
COPYRIGHT © ANTARA 2020

ILO dorong ekonomi solidaritas sosial di Indonesia

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar