Polisi pelajari laporan berita bohong Haikal Hassan

Polisi pelajari laporan berita bohong Haikal Hassan

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus menunjukkan barang bukti kasus penyebaran berita bohong dan ujaran kebencian saat rilis penangkapan di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Senin (14/12/2020). Subdit IV Tipid Siber Dit Reskrimsus Polda Metro Jaya berhasil menangkap dua orang tersangka berinisal S dan DB terkait kasus ujaran kebencian yang bermuatan sara dan kasus menyebarkan berita bohong yang viral di media sosial. ANTARA FOTO/Galih Pradipta/foc.

Laporannya baru masuk. Sedang dipelajari
Jakarta (ANTARA) - Polda Metro Jaya sedang mempelajari laporan dari Forum Pejuang Islam (FPI) tentang dugaan berita bohong Sekretaris Jenderal Habib Rizieq Shihab Center (HRS Center) Haikal Hassan ke polisi beberapa waktu lalu.

"Laporannya baru masuk. Sedang dipelajari karena baru diterima pada Senin 14 Desember 2020," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Yusri Yunus di Polda Metro Jaya, Kamis.

Dijelaskan, penyidik Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya akan terlebih dulu mempelajari apakah ditemukan atau tidaknya unsur pidana dalam laporan itu.

"Sementara masih diteliti oleh peneliti. Nanti kami akan sampaikan, apakah naik penyelidikan dengan mengundang (pelapor, saksi hingga terlapor), nanti kami sampaikan," tambahnya.

Haikal dilaporkan ke Polda Metro Jaya. Haikal dipolisikan atas dugaan menyebar berita bohong karena menyampaikan bermimpi bertemu dengan Nabi Muhammad SAW.

Laporan polisi terhadap Haikal tertuang pada nomor bukti laporan polisi TBL/7433/XII/YAN.2.5/2020/SPKT PMJ.

Pelapor dalam laporan polisi ini yakni Sekretaris Jenderal Forum Pejuang Islam alias FPI, Husin Shihab dan terlapor Haikal Hassan, serta pemilik akun @wattisoemarsono.

Baca juga: Polisi buka "hotline" laporan kasus pengawal Rizieq Shihab
 

Pewarta: Fianda Sjofjan Rassat
Editor: Edy Sujatmiko
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Ombudsman RI: Novel Baswedan tidak kooperatif

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar