Australia perpanjang penangguhan 'travel bubble' dengan Selandia Baru

Australia perpanjang penangguhan 'travel bubble' dengan Selandia Baru

Antrian penumpang yang berusaha berangkat dari Terminal Bandara Dalam Negeri Sydney di Sydney, Australia, Jumat (18/12/2020). ANTARA FOTO/REUTERS/AAP Image/Dean Lewins/rwa/cfo (AAPIMAGE via Reuters Connect/DEAN LEWINS)

Penangguhan gelembung perjalanan itu memungkinkan perlindungan berkelanjutan bagi rakyat Australia sementara situasi di Selandia Baru sudah sejauh mana akan terus diklarifikasi
Sydney (ANTARA) - Australia pada Kamis memperpanjang penangguhan pengaturan "gelembung perjalanan" (travel bubble) dengan Selandia Baru selama 72 jam hingga Minggu (31/1).

Untuk itu, Australia mewajibkan karantina di hotel selama 14 hari untuk semua pendatang.

Gelembung perjalanan trans-Tasman ditangguhkan pada Senin setelah Selandia Baru mendeteksi kasus positif virus corona dengan jenis Afrika Selatan, yang menurut pihak berwenang sangat mudah menular.

Selandia Baru pada Rabu (27/1) juga melaporkan dua kasus tambahan COVId-19 yang terkait dengan jenis tersebut.

"Penangguhan gelembung perjalanan itu memungkinkan perlindungan berkelanjutan bagi rakyat Australia sementara situasi di Selandia Baru sudah sejauh mana akan terus diklarifikasi," kata Plt. Kepala Petugas Medis Australia pada sebuah konferensi yang disiarkan televisi.

Sumber: Reuters

Baca juga: PM Ardern: Pintu masuk Selandia Baru mungkin terus tertutup di 2021
Baca juga: Selandia Baru laporkan kasus COVID pertama setelah beberapa bulan
Baca juga: Pejabat Selandia Baru selidiki kemungkinan kasus COVID komunitas

Penerjemah: Yuni Arisandy Sinaga
Editor: Mulyo Sunyoto
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar