Bertolak ke Papua Barat, Billy Mambrasar matangkan "Petani Milenial"

Bertolak ke Papua Barat, Billy Mambrasar matangkan "Petani Milenial"

Staf Khusus (Stafsus) Presiden, Billy Mambrasar, melakukan penanaman padi di Kabupaten Merauke, Papua, Selasa (17-11-2020). ANTARA/HO-Tim SKP Billy Mambrasar

Mereka diprovokasi untuk menggeluti pertanian.
Jakarta (ANTARA) - Staf Khusus Presiden, Billy Mambrasar, bertolak ke Manokwari, Papua Barat, Selasa malam, untuk kunjungan kerja selama 4 hari, 3—6 Februari 2021, sekaligus mematangkan program Petani Milenial Indonesia.

"Saya mendapat tugas dari Presiden Jokowi, antara lain untuk berbicara dengan anak-anak muda tentang kewirausahaan, entrepreneurship," katanya dalam keterangan tertulis di Jakarta.

Selama di Manokwari, Billy akan bertemu dengan pejabat Provinsi Papua Barat untuk merumuskan program Petani Milenial Indonesia.

"Ini program dirancang untuk kaum milenial. Mereka diprovokasi untuk menggeluti pertanian," ujar pemilik nama lengkap Gracia Josaphat Jobel Mambrasar itu.

Dalam kunjungannya itu, Billy juga akan menghadiri perayaan 166 tahun masuknya Injil ke Papua.

Baca juga: Dana bergulir KUKM bantah kucurkan pinjaman ke usaha Stafsus Presiden

Berikutnya, Billy juga akan bertemu dengan para entrepreneur muda Papua.

"Selain itu, saya juga akan melatih pemuda pemudi Gereja Kristen Indonesia bagaimana menjadi entrepreneur," kata pria 33 tahun itu.

Billy Mambrasar ditunjuk Presiden Jokowi untuk menjadi staf khususnya pada tanggal 21 Desember 2019.

Ketika itu, Billy yang menempuh pendidikan di Universitas Oxford Inggris itu baru berusia 31 tahun.

Billy adalah Pendiri Yayasan Kitong Bisa, yang fokus mengurusi pendidikan anak-anak di Papua. Yayasan itu didirikannya pada tahun 2009.

Melalui Yayasan Kitong Bisa, Billy memberi akses pendidikan untuk anak-anak tidak mampu, khususnya di Papua dan Papua Barat.

Baca juga: Stafsus Presiden perkenalkan 24 start-up Papua ke 100 investor global

Pewarta: Zuhdiar Laeis
Editor: D.Dj. Kliwantoro
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Billy Mambrasar sarankan Nadiem perhatikan guru honorer

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar