Tenis

Jennifer Brady siap ladeni Naomi Osaka

Jennifer Brady siap ladeni Naomi Osaka

Petenis Amerika Serikat Jennifer Brady beraksi melawan petenis Republik Ceko pada babak semifinal kejuaraan tenis Australia Terbuka di Melbourne Park, Melbourne, Australia, Kamis (18/2/2021).REUTERS/Asanka Brendon Ratnayake/WSJ/djo.

Jakarta (ANTARA) - Jennifer Brady bukan orang yang mengeluh saat dihadapkan kesulitan dan sebaliknya berusaha mencari solusi serta pendekatan yang kemudian membantunya mencapai final Grand Slam perdananya dalam Australian Open, kata pelatih Michael Geserer seperti dikutip Reuters, Jumat.

Petenis Amerika Serikat berusia 25 tahun itu adalah salah satu dari 72 petenis yang harus menghabiskan dua pekan penuh dalam karantina keras setelah tiba di Melbourne dan tidak diberi kesempatan berlatih maksimal lima jam per hari seperti dinikmati kebanyakan petenis.

Tetapi ketika sejumlah petenis mengeluhkan karantina, petenis nomor 24 dunia itu justru mengakali dengan memukulkan bola ke kasur di kamarnya dan bekerja sama dengan trainer-nya, Daniel Pohl, demi menjaga tetap bugar selama dua pekan.

Baca juga: Jennifer Brady tantang Osaka dalam final Australian Open
Baca juga: Naomi Osaka ingin jadi teladan di lapangan



Fokus seperti itu pun terbayar lunas.

Dari kontingen yang harus melalui karantina yang keras, 51 di antaranya adalah pemain tunggal dan hanya Brady yang berhasil melewati babak ketiga.

Geserer mengatakan kepada wartawan bahwa Brady adalah jenis orang yang menerima saja keadaan dan memanfaatkan hal itu sebaik mungkin.

"Itu juga yang membuat dia melewati dengan baik masa karantina. Dia menerima semuanya apa adanya. Dia tidak beranggapan hal buruk menimpa dia," tambah Geserer.

"Ada aturan-aturan dan dia mengikuti aturan-aturan itu. Jika mereka bilang, 'Jangan tinggalkan ruangan, jangan buka pintu, seperti di karantina', dia tidak melanggar aturan itu."

Ketahanan Brady akan menghadapi ujian terakhir esok Sabtu ketika kembali ke Rod Laver Arena untuk merebut trofi Grand Slam perdananya.

Baca juga: Mertens-Sabalenka juara ganda putri Australian Open

Lawannya dalam final, Naomi Osaka, telah menjuarai tiga dari lima Grand Slam terakhir yang diadakan di lapangan keras, tetapi Brady memaksa petenis Jepang berperingkat tiga dunia untuk bermain tiga set itu pada semifinal US Open kurang dari lima bulan lalu.

"Ini final Grand Slam pertama, tetapi ini pertandingan seperti laga lainnya," kata Geserer. "Akan ada, seperti dalam pertandingan lain, menegangkan ... dia akan merasakan sedikit tekanan. Itu menyehatkan, itu bagus."

"Dia juga tahu bagaimana menghadapinya. Naomi adalah petenis bagus, tak diragukan lagi."

"Kami tahu yang dia lakukan di lapangan. Jen tak akan terpana oleh setiap pukulan dia... Jen akan meladeni dia dengan cukup baik besok."

Baca juga: Atasi Karatsev, Djokovic menuju final Grand Slam ke-28
Baca juga: Medvedev susul Djokovic ke partai puncak Australian Open

Pewarta: Jafar M Sidik
Editor: Bayu Kuncahyo
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Cerita kegiatan keseharian Aa Gym, hingga terkonfirmasi positif COVID-19

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar