Pemkot Batam siapkan ruangan khusus simpan vaksin COVID-19

Pemkot Batam siapkan ruangan khusus simpan vaksin COVID-19

Wakil Wali Kota Batam Amsakar Achmad saat menerima vaksin COVID-19 tahap pertama di Batam, beberapa waktu lalu. ANTARA/Naim.

Kami mungkin menggunakan Gedung BP di Sekupang
Batam (ANTARA) - Pemerintah Kota Batam menyiapkan ruangan khusus untuk menyimpan vaksin untuk program imunisasi COVID-19 tahap kedua dan selanjutnya.

"Ada telegram dari Kemendagri untuk menyiapkan tempat vaksin. Kami mungkin menggunakan Gedung BP di Sekupang," kata Wali Kota Batam Muhammad Rudi di Batam, Rabu.

Ia mengatakan ruangan vaksin menggunakan gedung yang sudah ada, dengan sistem pinjam pakai.

Baca juga: Pemkot Batam izinkan masjid gelar Tarawih di masa pandemi COVID-19

Pemerintah setempat tinggal membeli perlengkapan yang dibutuhkan untuk menyimpan vaksin, seperti alat pendingin ruangan yang cocok.

"Biaya lagi dibahas. Kami masih ingin tahu seberapa banyak vaksin yang dikirim, sehingga butuh berapa besar. Nanti baru 'refocusing' anggaran," kata dia.

Ia mengatakan  hingga saat ini pihaknya masih menunggu informasi jumlah vaksin yang akan dikirimkan pemerintah.

Baca juga: Lima kawasan hutan di Batam terbakar dalam sebulan

Pemkot Batam tidak menyusun jumlah sasaran warga penerima vaksin COVID-19 tahap kedua, karena menyesuaikan dengan yang ditetapkan pemerintah.

"Karena tahap kedua ini untuk aparat keamanan. Jumlahnya tidak tahu," kata dia.

Sementara itu, selain suhu ruangan, pihaknya juga harus memastikan keamanan tempat penyimpanan vaksin COVID-19.

Baca juga: Vaksinasi COVID-19 tahap II di Batam mulai akhir Februari 2021

Ia mengatakan ruangan itu harua dijaga 24 jam dalam sehari sesuai permintaan pemerintah pusat.

Terpisah, Kepala Dinas Kesehatan Kota Batam Didi Kusmarjadi menyatakan data penerima vaksin tahap kedua akan ditentukan pemerintah pusat.

Warga yang berhak divaksin pada tahap dua, kata dia, nantinya akan menerima informasi melalui pesan singkat. "Kayaknya nanti pada terima SMS," kata Didi.

Baca juga: Tinggal dua kecamatan zona merah di Batam


 

Pewarta: Yuniati Jannatun Naim
Editor: Agus Salim
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar