POM TNI mengamankan seorang wanita pengguna pelat dinas palsu

POM TNI mengamankan seorang wanita pengguna pelat dinas palsu

RHK, pelaku yang menggunakan pelat nomor dinas TNI palsu diamankan POM TNI. ANTARA/HO-Puspen TNI/am.

RHK alias Pooja telah ditangkap oleh petugas di Bandung, Jawa Barat
Jakarta (ANTARA) -
Polisi Militer (POM) TNI mengamankan seorang wanita yang menggunakan pelat nomor dinas TNI palsu di kendaraannya yang sempat viral di media sosial.
 
Kepala Bidang Penerangan Umum (Kabidpenum) Puspen TNI Kolonel Laut (KH) Edys Riyanto, dalam keterangan tertulisnya, di Jakarta, Kamis, mengatakan, seorang wanita berinisial RHK alias Pooja telah ditangkap oleh petugas di Bandung, Jawa Barat.
 
"Sekitar pukul 23.30 WIB, Puspom TNI dan Anggota Lidpam Pomdam III/Siliwangi serta Lidpam Denpom III/5 Bandung, beserta Satlak Gakkum Wal Denpom III telah mengamankan kendaraan sipil beserta dengan pelaku yang menggunakan pelat nomor dinas TNI palsu," kata Edys.
 
Petugas POM TNI pun akan melakukan pemeriksaan kepada pelaku itu.
 
Hasil pemeriksaan tersebut, pelaku mengakui perbuatannya bahwa mobil tersebut merupakan milik pribadi, bukan milik kedinasan TNI.
 
Edys menuturkan, petugas saat ini tengah melakukan pengembangan.
 
"TNI terus mendalami mengapa yang bersangkutan bisa menggunakan pelat nomor TNI palsu tersebut dan hasilnya akan akan disampaikan. Bila nanti dari hasil penyelidikan sesuai dengan ketentuan dan peraturan yang berlaku ditemukan unsur pidana, maka TNI akan melimpahkan kasusnya ke Polrestabes Bandung, Jawa Barat," kata Edys.
 
Sebelumnya, di media sosial dan aplikasi pesan Whatsapp beredar sebuah video yang memperlihatkan seorang wanita tengah memamerkan mobil mewah jenis Toyota Camry warna hitam berpelat dinas TNI.
Baca juga: Polisi: Pelat nomor dinas palsu dijual daring
Baca juga: Polisi: mobil pendemo gunakan pelat palsu

Pewarta: Syaiful Hakim
Editor: Budisantoso Budiman
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Gelar pasukan operasi gaktib dan yustisi POM TNI 2021

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar