Uni Eropa tanggapi seruan Inggris soal tuduhan nasionalisme vaksin

Uni Eropa tanggapi seruan Inggris soal tuduhan nasionalisme vaksin

Annie Innes, 90, menerima suntikan vaksin COVID-19 buatan Pfizer/BioNTech di Abercorn House Care Home di Hamilton, Scotland, Inggris, Senin (14/12/2020). (ANTARA/REUTERS/Russell Cheyne/Pool/RWA/djo .)

Kami tidak pernah merajuk, kami tidak bertindak berdasarkan suasana hati,
Brussels (ANTARA) - Uni Eropa (EU) pada Rabu menanggapi seruan dari Inggris dalam perselisihan atas tuduhan nasionalisme vaksin, yang merupakan hal terbaru dari serangkaian percekcokan antara blok regional itu dan mantan anggotanya sejak meninggalkan EU.

Uni Eropa akan mengirim kuasa hukum Nicole Mannion, yang secara efektif menjadi wakil duta besar Uni Eropa untuk Inggris, ke pertemuan pagi dengan wakil tetap kementerian luar negeri Inggris Philip Barton, kata seorang pejabat Uni Eropa.

Perselisihan terbaru itu disebabkan oleh penolakan Presiden Dewan Eropa Charles Michel atas tuduhan "nasionalisme vaksin" yang dilontarkan terhadap Uni Eropa. Michel juga berkomentar bahwa Inggris sendiri dan Amerika Serikat telah melarang ekspor vaksin COVID-19.

Baca juga: Inggris akan ajukan keanggotaan untuk pakta perdagangan trans-Pasifik
Baca juga: PM Irlandia: EU "di atas angin" dalam perundingan dagang Brexit


Pemerintah Inggris membalas komentar Presiden Dewan Eropa itu dengan mengatakan bahwa klaim yang menyebut Inggris mengeluarkan larangan atau pembatasan ekspor vaksin adalah "sepenuhnya salah".

Perpanjangan masa tenggang sepihak Inggris pada pemeriksaan impor makanannya ke Irlandia Utara, yang menurut Uni Eropa melanggar ketentuan kesepakatan perceraian Brexit, telah memperburuk hubungan antara EU dan Inggris.

Hubungan kedua belah pihak juga diperburuk dengan adanya langkah awal Uni Eropa pada Januari untuk mengontrol perdagangan yang melintasi perbatasan ke Irlandia Utara dari Irlandia.

Komentar dari penasihat utama Inggris David Frost pada Minggu (7/3) yang mengatakan bahwa Uni Eropa harus melepaskan niat buruknya terhadap Inggris juga telah membuat hubungan kedua pihak tidak berjalan dengan baik.

"Kami tidak pernah merajuk, kami tidak bertindak berdasarkan suasana hati," demikian tanggapan dari Komisi Eropa, yang mewakili 27 negara Uni Eropa dalam menangani hubungan dengan Inggris.

Sumber: Reuters

Baca juga: Warga EU dari Inggris diizinkan masuk Prancis asalkan negatif COVID-19
Baca juga: Inggris tolak berikan status penuh bagi diplomat EU, picu perselisihan

Penerjemah: Yuni Arisandy Sinaga
Editor: Mulyo Sunyoto
COPYRIGHT © ANTARA 2021

BAPPENAS siapkan enam strategi pemulihan ekonomi pascawabah

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar