Disdik: Uji coba belajar tatap muka di Jakarta libatkan 85 sekolah

Disdik: Uji coba belajar tatap muka di Jakarta libatkan 85 sekolah

Guru beserta orang tua murid mengikuti simulasi sekolah campuran tatap muka dan daring (hybrid) di SMP 255, Jakarta Timur, Selasa (30/3/2021). ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja/aww.

ada berbagai faktor penyebab kegagalan pihak sekolah dalam seleksi untuk mengikuti uji coba sekolah tatap muka, seperti tidak utuhnya peserta latihan dalam mengikuti kegiatan tersebut
Jakarta (ANTARA) - Dinas Pendidikan DKI Jakarta menyatakan uji coba kegiatan belajar mengajar (KBM) tatap muka di Jakarta pada Rabu (7/4) melibatkan 85 sekolah, dari 100 sekolah yang dinominasikan.

"Untuk 100 sekolah yang dinominasikan, setelah mengikuti pelatihan selama dua pekan ada 14 sekolah yang gagal namun satu lagi mundur. Sehingga total ada 15 sekolah jadi total dari 100 ada 85 yang diteruskan untuk pembelajaran tatap muka," kata Kasubag Humas Dinas Pendidikan DKI Jakarta Taga Radja Gah saat dihubungi di Jakarta, Selasa.

Baca juga: Epidemiolog sarankan Anies siapkan nakes untuk sekolah tatap muka

Taga mengatakan ada berbagai faktor penyebab kegagalan pihak sekolah dalam seleksi untuk mengikuti uji coba sekolah tatap muka, seperti tidak utuhnya peserta latihan dalam mengikuti kegiatan tersebut.

"Misalnya gini, minimal tiga orang satu kepsek dan dua guru dan tiga tiganya harus lulus dalam seleksi. Kalau dua yang lulus atau satu lulus itu gagal," tambahnya.

Yang kedua, lanjut Taga, selain mengikuti selama dua minggu juga mengerjakan modul-modul yang disediakan 'full daring'.

Baca juga: Enam sekolah di Jakarta Utara uji coba belajar tatap muka

"Modul-modul itu dikerjakan secara utuh tepat waktu kalau tidak dilakukan maka tidak lulus sekolah 'piloting'," tuturnya.

Selain sekolah yang tidak lulus seleksi, ada juga sekolah yang mengundurkan diri. Taga menyebut sekolah yang mengundurkan diri tersebut karena merasa tak ada persiapan matang dalam mengikuti seleksi atau karena ada hal lainnya.

"Karena tidak ada persiapan, Distik tidak memaksakan karena lebih mengedepankan masalah kesehatan, keselamatan anak didik lebih utama," ucap Taga.

Baca juga: Jakarta kemarin, PPKM Mikro diperpanjang hingga sekolah tatap muka

Taga menyebut, pihaknya enggan menggantikan 15 sekolah yang akhirnya tidak mengikuti uji coba sekolah tatap muka itu, namun dia mengharapkan dengan jumlah yang ada itu diharapkan uji coba pembelajaran tatap muka lebih maksimal.

"Tidak, sementara kita fokus yang 85 agar 85 sekolah yang lolos dipantau secara optimal oleh Disdik dan pengawas.  Sehingga apa apa yang diinginkan pemerintah tercapai dengan baik," tuturnya.

Berikut daftar 85 sekolah yang mengikuti uji coba sekolah tatap muka yang dimulai pada Rabu 7 April 2021 yakni: SDN Pulau Tidung 01 Pagi,  SDN Cipete Utara 15 Pagi, SDN Gandaria Utara 11 Pagi, SDN Kebagusan 04 Pagi, , SDN Tengah 07 Pagi, SDN Baru 08 Pagi, SDN Cipinang Melayu 08 Pagi, SDN Kapuk 01 Pagi, SDN Kedoya Selatan 01 Pagi, SDN Tegal Alur 17, SDN Kalideres 01 Pagi, SD Negeri Palmerah 03 Pagi, SDN Jembatan Limat 02 Petang.

Selanjutnya, SDN Cengkareng Timur 04 Petang, SDN Angke 03 Pagi, SDN Cideng 07, SDN Kenari 08, SDN Petojo Utara 05
SDN Rawasari 05 Pagi, SD Cikal, SDN Pondok Labu 14 Pagi, SDN Manggarai 03, SDN Penggilingan 05, SDN Pondok Kelapa 05 Pagi, SDN Jati 01 Pagi, SDN Bambu Apus 01 Pagi, SD Panca Bhakti, SDN Pulogadung 07, SDN Tengah 06 Pagi, SDN Ciracas 07 Pagi, SDN Kelapa Dua Wetan 02 Pagi, SDN Pademangan Barat 11 Pagi, SDN Sukapura 01 Pagi, SDN Rorotan 02 Pagi, SDN Pejagalan 03 Pagi, SD Lycee Francais De Jakarta, SD Jakarta Intercultural School Pattimura,  SD Jakarta Intercultural School Pondok Indah, SD ACG School Jakarta.

Kemudian,  SMP NEGERI 217 Jakarta, SMP Bina Insan Mandiri, SMP Yadika 5, SMP Mahatma Gandhi School, SMP St. Fransiskus II Jakarta, SMP Negeri 236, SMP Jakarta Intercultural School Cilandak, SMP Highscope Indonesia, SMP Lycee Francais De Jakarta.

Lebih jauh, SMA  Cikalamri, SMA Diponegoro 1, SMAK Penabur Kelapa Gading, SMA Pelita Harapan Kemang Village
SMA Jakarta Intercultural School,  ​SMA Lycee Francais De Jakarta, SMKS Cindera Mata Indah Jakarta, SMKN 60 Jakarta, SMKN 9 Jakarta, SMKS Muhammadiyah 4 Jakarta, SMKN 44 Jakarta, SMKN 16 Jakarta, SMKN 2 Jakarta, SMKS Muhammdiyah 2 Jakarta, SMKS YPK Kesatuan Jakarta, SMKS Dharma Raya, SMKN 15 Jakarta, SMKN 6 Jakarta, SMKN 32 Jakarta, SMKN 30 Jakarta, SMKN 28 Jakarta, SMKS Wisata Indonesia, SMKS Islam PB Soedirman 2 Jakarta, SMKS Budi Warman 2 Jakarta, SMKS Malaka Jakarta, SMKN 51 Jakarta, SMKN 22 Jakarta, SMKN 66 Jakarta.

Terakhir, SMKS Insan Mulia Informatika, SMKS Walang Jaya, Puspita Martha, MIS Nurul Yaqin, MIS At Taqwa Pedurenan, MAN 10 Jakarta, MAS Anninda Al Islamy, MTSN 32 Jakarta, dan MTSS Anninda Al Islamy.
 

Pewarta: Ricky Prayoga
Editor: Ganet Dirgantara
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Zonasi Bina RW Sekolah jadi jalur baru PPDB di DKI Jakarta

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar