Ujian kelulusan SMP di Boyolali bakal digelar luring

Ujian kelulusan SMP di Boyolali bakal digelar luring

Salah satu siswa saat diukur suhu tubuhnya denganalat termogun oleh seorang guru saat memasuki pintu gerbang sekolah dalam kegiatan pembelajaraan tatap muka (PTM), di SMP Negeri 2 Boyolali, Senin (12/4/2021). (ANTARA/Bambang Dwi Marwoto)

"Saya melihat PTM antusias anak-anak dan guru luar biasa, kedisiplinan mereka terhadap protokol kesehatan juga sangat ketat
Boyolali (ANTARA) - Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Boyolali menyebutkan ujian kelulusan siswa kelas 9 tingkat SMP sederajat di wilayahnya, bakal digelar secara luring atau tatap muka langsung di sekolahnya masing-masing setelah 26 April mendatang.

"Ujian kelulusan tingkat SMP sederajat di Boyolali, sudah diputuskan akan digelar secara luring atau ujian tatap muka langsung di sekolah dalam rangka menjaga mutu. Artinya, secara luring ini, reliabilitas, obyektivitas, dan integritas dapat, tetapi syaratnya guru-gurunya harus sudah divaksin seluruhnya," kata Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Boyolali Darmanto disela-sela meninjau uji coba Pembelajaran Tatap Muka (PTM) di SMP Negeri 2 Boyolali, Jawa Tengah, Senin.Baca juga: PTM, pengobat rindu berangkat ke sekolah bagi pelajar

Oleh karena itu, kata Darmanto, solusinya jadwal ujian kelulusan tingkat SMP yang seharusnya digelar 19 April 2021, harus diundur waktunya setelah semua guru mendapat vaksinasi yang terakhir pada 26 April mendatang. Setelah semua guru divaksinasi, maka jadwal ujian harus diundur setelah 26 April mendatang.

Darmanto menyampaikan pada kegiatan PTM dalam kondisi Indonesia, bahkan dunia masih pandemi COVID-19. Sehingga peserta didik, pendidik, dan tenaga pendidikan keselamatan semua menjadi prioritas. Namun, pihaknya tidak hanya berpikir hal itu, harus juga soal mutu pendidikan. Mutu pendidikan sangat dipengaruhi oleh motivasi pelajar anak-anak.

Menurut dia, selama satu tahun dalam jaringan evaluasinya sudah luar biasa sulitnya. Jadi guru kesulitan menyajikan dan memahamkan anak didiknya pembelajaran yang efektif dan efisien. Sedangkan, anak-anak kesulitan untuk bisa menerima dan memahami pelajaran yang diberikan.

Baca juga: PTM terbatas fokus pada perbaikan psikologis siswa
Baca juga: Pemkot Madiun uji coba PTM berkonsep luar kelas


Sehingga, lanjut dia, dalam rangka mencapai kedua hal tersebut pertama mutu pendidikan dengan motivasi belajar dan tetap upaya pencegahan penyebaran COVID-19, maka dilakukan uji coba PTM dengan protokol kesehatan ketat.

"Saya melihat PTM antusias anak-anak dan guru luar biasa, kedisiplinan mereka terhadap protokol kesehatan juga sangat ketat," katanya saat mendampingi Bupati Boyolali M Said Hidayat memantau PTM di SMPN 2 Boyolali.

Menurut dia, sekolah dasar (SD) di Boyolali hampir 100 persen sudah melakukan uji coba PTM, hanya saja jumlah kelas yang dibuka sesuai guru yang sudah mendapat vaksinasi. Guru yang mendapat vaksinasi setiap hari selalu berkembang atau terus bertambah.

Kalau tingkat SMP di Boyolali baru dua sekolah yang sudah melakukan uji coba PTM, yakni SMPN 1 dan SMPN 2 Boyolali, dari total 100 sekolah SMP negeri dan swasta di wilayah itu.

Bupati Boyolali M Said Hidayat menjelaskan pihak melihat antusias anak-anak dengan kegiatan uji coba PTM sangat luar biasa, setelah sekitar satu tahun para siswa tidak bertemu sama teman, dan gurunya.

"Anak-anak lebih nyaman belajar di sekolah dengan tatap muka, dan mereka juga lebih senang melaksanakan ujian kelulusan di sekolah. Untuk itu, kami juga sudah meminta Dinkes untuk segera mempercepat vaksinasi kepada para guru untuk persiapan menghadapi ujian kelulusan SMP bulan ini," kata M Said. 

Baca juga: PTM, pengobat rindu berangkat ke sekolah bagi pelajar
Baca juga: Kemendikbud: Sekolah harus miliki gugus tugas sebelum PTM terbatas

 

Pewarta: Bambang Dwi Marwoto
Editor: Virna P Setyorini
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Kejar vaksinasi guru, Disdik Kota Tangerang optimistis PTM bulan Juli

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar