Australia tunjuk Penny Williams sebagai dubes baru untuk Indonesia

Australia tunjuk Penny Williams sebagai dubes baru untuk Indonesia

Menteri Luar Negeri Australia Marise Payne berbicara kepada media saat konferensi pers di Gedung Parlemen di Canberra, Kamis, (9/4/2020). ANTARA/REUTERS/AAP Image/Lukas Coch/pri. (AAPIMAGE via Reuters Connect/LUKAS COCH)

Indonesia adalah mitra penting bagi program pembangunan kami dan Inisiatif Vaksin Indo-Pasifik
Jakarta (ANTARA) - Menteri Luar Negeri Australia Marise Payne menunjuk Penny Williams PMS sebagai duta besar baru untuk Indonesia.

Penny adalah pejabat karir senior di Departemen Luar Negeri dan Perdagangan Australia (DFAT), dan baru-baru ini menjabat sebagai deputy secretary.

Dia sebelumnya pernah menjabat di luar negeri sebagai Duta Besar Australia untuk Malaysia dan merupakan Duta Besar Australia pertama untuk Perempuan dan Anak Perempuan.

“Ibu Penny adalah duta besar perempuan pertama Australia untuk Indonesia,” kata Menlu Payne seperti disampaikan dalam keterangan tertulis Kedutaan Besar Australia di Jakarta, Rabu.

Baca juga: RI-Australia pertegas kerja sama di bidang hukum dan keamanan
Baca juga: Delapan tahun program kemitraan Australia-Indonesia dukung RPJMN


Penny fasih berbahasa Indonesia dan memiliki gelar Bachelor of Asian Studies dengan fokus pada Indonesia serta Magister Antropologi Terapan dan Pembangunan Partisipatif.

Ia akan menggantikan peran duta besar Gary Quinlan AO yang telah bertugas di Indonesia sejak 2018.

Lebih lanjut, Payne menjelaskan bahwa hubungan Australia dengan Indonesia adalah salah satu kemitraan terpenting yang didukung oleh Kemitraan Strategis Komprehensif 2018 dalam Pemerintahan Perdana Menteri Morrison yang membingkai kerja sama ekstensif yang mencakup strategis, keamanan, ekonomi, dan hubungan antarwarga.

Bersama-sama kedua negara berkontribusi pada forum regional dan global, mengelola salah satu batas maritim terpanjang di dunia, serta memerangi terorisme dan kejahatan transnasional.

Total perdagangan barang dan jasa dua arah Australia dengan Indonesia bernilai 17,7 miliar dolar AS (sekitar Rp258,9 triliun) pada 2019, menjadikan Indonesia mitra dagang terbesar ke-13 bagi Australia.

Pemberlakuan Perjanjian Kemitraan Ekonomi Komprehensif Indonesia dan Australia(IA-CEPA) pada 2020 merupakan tonggak penting dalam kemitraan dan akan menciptakan hubungan ekonomi yang lebih kuat serta memberikan kepastian yang lebih besar dan akses yang lebih baik bagi eksportir, penyedia layanan, dan investor kedua negara.

Australia dan Indonesia juga bekerja sama erat untuk menanggapi tantangan kesehatan, kemanusiaan, dan ekonomi bersama yang ditimbulkan oleh pandemi COVID-19.

“Indonesia adalah mitra penting bagi program pembangunan kami dan Inisiatif Vaksin Indo-Pasifik, di mana kami mendukung akses vaksin COVID-19 yang aman dan efektif,” tutur Menlu Payne.

Baca juga: CIPS: Indonesia-Australia bisa menjadi pemain besar F&B tingkat global
Baca juga: Menlu RI ajak Australia, Timor Leste kembangkan KEK di Indonesia Timur


Pewarta: Yashinta Difa Pramudyani
Editor: Mulyo Sunyoto
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar