Suga: Jepang akan bicara HAM, tekankan relasi konstruktif dengan China

Suga: Jepang akan bicara HAM, tekankan relasi konstruktif dengan China

Perdana Menteri Jepang Yoshihide Suga berbicara pada rapat mengenai markas pengendalian infeksi virus corona (COVID-19) di kantor perdana menteri di Tokyo, Jepang, Jumat (22/1/2021). ANTARA FOTO/Kazuhiro Nogi/Pool via REUTERS/HP/djo/am.

Washington (ANTARA) - Perdana Menteri Jepang Yoshihide Suga mengatakan setelah pertemuan puncak dengan Presiden AS Joe Biden pada Jumat (16/4), Jepang akan  melakukan pembicaraan dengan China dan berbicara tentang hak asasi manusia, tetapi juga menekankan perlunya membangun hubungan yang stabil dan konstruktif dengan Beijing.

Pada sebuah acara yang diselenggarakan oleh lembaga pemikir Pusat Studi Strategis dan Internasional Washington setelah seharian melakukan pembicaraan dengan Biden, Suga mengatakan Jepang akan "dengan tegas bersuara" tentang masalah-masalah seperti Myanmar, Xinjiang dan Hong Kong dan bekerja dengan komunitas internasional untuk mengupayakan tindakan konkret.

"Kebijakan dasar Jepang tentang masalah yang tertunda yang disebabkan oleh China adalah dengan tegas mengatakan apa yang harus ditegaskan dan mendesak  China untuk mengambil tindakan tertentu," katanya. "Pada saat yang sama kita harus bekerja untuk membangun hubungan yang stabil dan konstruktif dengan China."

Sumber: Reuters
Baca juga: PM Suga divaksin sebelum bertemu Biden di AS
Baca juga: Usai terpilih, Biden telepon pemimpin Jepang, Korea Selatan, Australia
Baca juga: PM Suga serukan hubungan yang stabil dengan China

Penerjemah: Mulyo Sunyoto
Editor: Atman Ahdiat
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Jepang loloskan UU gratiskan vaksin COVID-19 bagi 145 juta warganya

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar