Pontianak (ANTARA News) - Wakil Wali Kota Pontianak, Paryadi, menilai bahwa bedah buku "Jejak Guru Bangsa: Mewarisi Kearifan Gus Dur" karangan Mohamad Sobary dapat memberikan pencerahan kepada masyarakat yang belum memahami dan belum banyak mengerti tentang pemikiran Gus Dur selama ini.

"Tidak hanya itu, buku itu diharapkan pula dapat meneruskan perjuangan-perjuangan Gus Dur tersebut," ungkap Paryadi di Pontianak, Sabtu.

Dikatakan Paryadi, selain pemikiran-pemikirannya, Gus Dur juga banyak mengeluarkan humor-humor menyentuh. "Selain itu ada juga sisi positif dan syarat makna," kata Paryadi.

Ia menambahkan, Gus Dur merupakan sosok agamawan, budayawan serta politikus dianggap sosok yang lengkap.

Mohamad Sobary sendiri menulis buku tentang Gus Dur ditengah begitu banyak buku tentang Gus Dur. Ia menulis buku itu, dengan membayangkan dirinya berjalan di belakang Gus Dur, dan mencatat apa yang yang dipikirkan, dirasakan, dan diucapkan Gus Dur di kancah politik, agama, dan kebudayaan.

Sobary juga memaparkan bagaimana Gus Dur memelihara humor untuk menandai kearifan hidup. Sobary, mewakili pembaca memberitakan, apa saja warisan kearifan yang patut diteladani di tengah kehampaan hidup.

Buku dengan tebal 179 halaman itu diterbitkan pertama kali oleh PT Gramedia Pustaka Utama anggota IKAPI Jakarta, 2010. Dibedah di Pontianak kerjasama antara Nahdatul Ulama PC Kubu Raya, Gerakan Pemuda Ansor PC Kota Pontianak dan CRID-Center for Research and Inter-religious Dialogue.
(U.ANT-089/P003)

Editor: Priyambodo RH
Copyright © ANTARA 2010