Inggris tawarkan vaksin AstraZeneca untuk orang di bawah 40 tahun

Inggris tawarkan vaksin AstraZeneca untuk orang di bawah 40 tahun

Doreen Vickers, 83 tahun, menunggu saat seorang tenaga kesehatan mengisi jarum suntik dengan dosis vaksis Oxford/AstraZeneca COVID-19 di Appleton Village Pharmacy, di tengah penyebaran penyakit virus corona (COVID-19), di Widnes, Inggris, Kamis (14/1/2021). ANTARA FOTO/REUTERS/Jason Cairnduff/WSJ/cfo.

London (ANTARA) - Pemerintah Inggris menyatakan bahwa orang-orang di bawah 40 tahun harus ditawari alternatif vaksin COVID-19 Oxford/AstraZeneca jika memungkinkan, karena risiko kecil penggumpalan darah, mengingat jumlah kasus yang rendah dan ketersediaan suntikan lainnya.

Suntikan COVID-19 AstraZeneca, yang dikembangkan oleh Universitas Oxford, telah menghasilkan laporan pembekuan darah langka dengan tingkat trombosit rendah yang lebih sering terjadi pada orang dewasa yang lebih muda. Beberapa negara menyarankan suntikan hanya diberikan kepada orang tua.

Komite Bersama Vaksinasi dan Imunisasi (JCVI) mengatakan saran itu mencerminkan tingkat infeksi COVID-19 yang rendah di Inggris dan ketersediaan vaksin lain yang dibuat oleh Pfizer dan Moderna.

Para pejabat mengatakan Inggris masih akan menawarkan dosis pertama vaksin COVID-19 untuk semua orang dewasa pada akhir Juli, dan menekankan lebih baik bagi orang-orang dalam kelompok usia tersebut menerima suntikan AstraZeneca jika tidak ada vaksin lain yang tersedia.

"Karena tingkat COVID-19 terus terkendali, kami menyarankan orang dewasa berusia 18 hingga 39 tahun tanpa kondisi kesehatan yang mendasar ditawari alternatif untuk vaksin Oxford/AstraZeneca, jika tersedia dan jika tidak menyebabkan penundaan dalam vaksin," kata Ketua COVID-19 untuk JCVI, Wei Shen Lim, Jumat.

"Nasihat tersebut khusus untuk keadaan di Inggris saat ini dan memaksimalkan penggunaan berbagai portofolio vaksin yang tersedia".

Sebelumnya, alternatif penawaran vaksin hanya diberikan untuk orang-orang di bawah 30 tahun.

Regulator obat MHRA Inggris telah menemukan kejadian 17,4 gumpalan per juta dosis vaksin antara usia 30 hingga 39 tahun, dibandingkan dengan 10,5 gumpalan per juta dosis secara keseluruhan.

Ada 4,5 kematian per satu juta dosis untuk usia 30 hingga 39 tahun, dibandingkan dengan 2,1 kematian akibat gumpalan per juta dosis yang dilaporkan secara keseluruhan.

Kepala Eksekutif MHRA, June Raine, mengatakan manfaat vaksin AstraZeneca "selalu lebih besar daripada risikonya bagi sebagian besar orang".

"Keseimbangan manfaat dan risiko sangat menguntungkan bagi orang tua, tetapi lebih seimbang untuk orang yang lebih muda."

Wakil Kepala Petugas Medis Inggris, Jonathan Van-Tam, menekankan bahwa penting bagi orang-orang untuk terus divaksin, dengan mengatakan AstraZeneca telah berkontribusi dalam menyelamatkan ribuan nyawa dan kemudahan penggunaannya adalah kuncinya.

“Karena AstraZeneca dapat diterapkan, masih ada sejumlah pasien yang praktis hanya ditawari vaksin AstraZeneca karena situasi saat ini.Tetapi secara seimbang, lebih baik melakukan koreksi ini lebih lanjut," kata Van-Tam, mengacu pada saran baru.

Sumber: Reuters
Baca juga: Survei Inggris: Antusiasme terhadap vaksin COVID AstraZeneca luntur
Baca juga: Regulator : Pembekuan darah vaksin AstraZeneca bertambah jadi 168
Baca juga: Inggris mungkin akan larang vaksin AstraZeneca untuk kalangan muda

Penerjemah: Yashinta Difa Pramudyani
Editor: Atman Ahdiat
COPYRIGHT © ANTARA 2021

10 juta bahan baku Vaksin Sinovac tiba di Indonesia

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar