Warmian-Mazurian, Polandia (ANTARA News) - Pentas pencak silat yang diperagakan Eko Winardi mampu memukau publik yang menyaksikan "Festiwal Kultur Średniowiecza Mazuria" atau Festival Budaya Abad Pertengahan di Zamek (Istana) Ryn, Mazuria, Polandia.

Adegan yang diperagakan Eko menggunakan senjata tajam, golok Cimande mulai dari membelah buah jeruk, hingga menyayat tangan dan anggota badan lainnya cukup membelalakan mata para penonton.

Pengunjung yang hadir ada yang berdecak kagum, maupun deg-degan ketika melihat atraksi tersebut. Atraksi Pencak Silat yang dipersembahkan oleh Eko dan Ariel Ilnata merupakan gabungan antara seni Pencak Silat dari daerah Minangkabau dan Jawa Barat.

Pentas tersebut merupakan wujud partisipasi Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Warsawa dalam "Festiwal Kultur Średniowiecza Mazuria" atau Festival Budaya Abad Pertengahan yang telah berlangsung pada 30 Juli sampai 1 Agustus 2010. Festival itu dilaksanakan sejak tahun 2008, penyelenggaraan tahun 2010 itu merupakan yang ketiga kalinya.

Tujuan diselenggarakannya "Festiwal Kultur Średniowiecza Mazuria" adalah untuk memperkenalkan kebudayaan pada zaman abad pertengahan kepada para wisatawan yang sedang berlibur di kota Ryn.

Daerah Ryn berada di lokasi Mazury, terkenal dengan sebutan Daerah Seribu Danau dan merupakan salah satu tujuan daerah wisata di Provinsi Warmian- Mazurian, Polandia.

Budaya Indonesia tampil di Zamek Ryn berkat kerja sama Pihak Penyelenggara "Festiwal Kultur Średniowiecza Mazuria 2010" dan KBRI Warsawa, juga atas undangan Speaker of the Warminsko-Mazurskie Voivodship atau Ketua DPRD, Mr. Jacek Protas. Demikian, keterangan yang diperoleh dari KBRI Warsawa, Selasa (3/8).

Atraksi pencak silat itu merupakan penutup partisipasi Indonesia pada "Festiwal Kultur Średniowiecza Mazuria 2010". Suguhan permainan Angklung oleh para ibu dari DWP KBRI Warsawa menjadi pembuka pentas budaya Indonesia.

Lagu-lagu yang dibawakan adalah Naik-Naik ke Puncak Gunung, Gundul Pacul, Rayuan Pulau Kelapa dan sebuah lagu dari Polandia yakni "Szła Dzieweczka". Pada saat dimainkannya lagu dari Polandia oleh para ibu DWP KBRI Warsawa, para pengunjung yang hadir menyanyikan lagu "Szła Dzieweczka" sambil bertepuk tangan dengan gembira.

Pentas dilanjutkan dengan pertunjukkan wayang kulit dengan lakon "Arjuna Mencari Cinta" dipentaskan oleh Warsaw Gamelan Group. "Jalan cerita dalam pentas wayang kulit pun disesuaikan dengan keadaan di Mazury pada abad pertengahan", kata sang pembuat skenario, Dawid Martin.

Secara keseluruhan pentas Budaya Indonesia di Zamek Ryn telah berlangsung dengan lancar dan sukses. Pengunjung yang menyaksikan penampilan budaya di Istana Ryn yang dibangun pada tahun 1337 oleh Ksatria Teutonik itu, diperkirakan lebih dari 200 orang.

Waktu pertunjukan yang disediakan oleh panitia penyelenggara sekira satu setengah jam. Sambutan yang diberikan oleh pengunjung kepada para artis dari KBRI Warsawa meriah, mereka tampak begitu kagum akan keanekaragaman budaya dari Indonesia.
(ENY/B010)

Pewarta:
Editor: Bambang
Copyright © ANTARA 2010