Repower Asia: Tahun 2021 akan lebih baik bagi industri properti

Repower Asia: Tahun 2021 akan lebih baik bagi industri properti

Ilustrasi: Pengunjung mendapat penjelasan soal hunian yang ditawarkan di pameran Indonesia Properti Expo di Jakarta Convention Centre, Jakarta. ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan/hp.

Jakarta (ANTARA) - Emiten properti PT Repower Asia Indonesia Tbk optimistis tahun 2021 akan lebih baik bagi industri properti meski pandemi masih melanda hingga saat ini.

Direktur Utama PT Repower Asia Indonesia Tbk Aulia Firdaus mengatakan optimistis bisa mencapai target pemasaran sebesar Rp147,96 miliar seiring proses pemulihan perekonomian dan insentif perpajakan dari pemerintah yang mendukung industri properti pulih.

"Kami juga terus berkomitmen menyediakan produk-produk berkualitas serta dalam mencapai target marketing sales. Kami menerapkan sejumlah marketing strategy yakni kebijakan efisiensi, meningkat pemasaran melalui media online, dan melakukan inovasi melalui promo menarik yang menguntungkan para konsumen. Lalu, memperluas jangkauan radius market dan menjalin kerja sama luas dengan perbankan," ujar Aulia melalui keterangan di Jakarta, Kamis.

Baca juga: Pengembang optimistis pasar properti tumbuh pada 2021

Berdasarkan data publikasi dari Building Construction & Infrastructure (BCI Asia) pada 2021 nilai konstruksi kategori residensial disebutkan akan melonjak 48,71 persen menjadi Rp52,46 triliun dibandingkan 2020 dan Jabodetabek berkontribusi terbesar dengan nilai Rp27,76 triliun atau 53 persen dari total konstruksi residensial.

Karena itu, emiten berkode saham REAL itu optimistis melanjutkan proyek-proyek di Jabodetabek dengan anggaran belanja modal sebesar Rp64,05 miliar.

Pada laporan keuangan 2020 penjualan REAL meningkat 25,25 persen menjadi Rp12,68 miliar naik dibanding 2019 sebesar Rp10,13 miliar dengan laba bersih Rp1,01 miliar atau turun dibandingkan 2019 sebesar Rp1,39 miliar.

Baca juga: Asosiasi sebut pemberian insentif dapat selamatkan industri properti

Dari sisi ekuitas, posisinya tercatat sebesar Rp349,981 miliar dengan liabilitas hanya Rp2,6 miliar sehingga masih memiliki potensi daya ungkit ke depannya.

"Akibat pandemi COVID-19, seluruh sektor mengalami fluktuasi, tak terkecuali sektor properti, namun Alhamdulillah kinerja kami tetap solid," kata Aulia.

Saat ini, REAL memiliki beberapa proyek yaitu di antaranya Botanical Puri Asri (Depok), Green Botanical Garden (Jakarta Selatan) dan lowrise apartemen di Pasar Minggu (Jakarta Selatan) dan Town House Pondok Cabe (Tangerang Selatan).

Baca juga: Konsultan properti sebut industri nasional tetap optimis meski pandemi



 

Pewarta: Citro Atmoko
Editor: Risbiani Fardaniah
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Program menarik, gairahkan industri properti

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar