Olimpiade

Panitia Olimpiade Tokyo akan bagikan kondom untuk dibawa pulang

Panitia Olimpiade Tokyo akan bagikan kondom untuk dibawa pulang

Maskot Olimpiade Tokyo 2020 Miraitowa berpose dengan tampilan simbol Olimpiade setelah upacara pembukaan simbol di Gunung Takao di Hachioji, sebelah barat Tokyo, Jepang, Rabu (14/4/2021), untuk menandai 100 hari sebelum dimulainya Olimpiade Tokyo 2020. ANTARA FOTO/REUTERS/Kim Kyung-Hoon/Pool/RWA/sa. (REUTERS/KIM KYUNG-HOON)

Jakarta (ANTARA) - Penyelenggara Olimpiade Tokyo berencana membagikan sekitar 150.000 kondom dalam penyelenggaraan pesta olahraga tersebut bulan depan, tetapi mereka meminta agar atlet membawanya pulang dan tidak menggunakannya saat Olimpiade, sesuai dengan aturan jaga jarak di tengah pandemi virus corona yang menjadi prioritas utama.

Sejumlah kondom telah dibagikan sejak 1988 dalam Olimpiade Seoul untuk meningkatkan kesadaran akan HIV dan AIDS.

Pihak penyelenggara sudah meminta agar distribusi itu terus berlanjut. Selain itu, atlet juga telah diminta untuk selalu menjaga jarak satu sama lain, yang berarti sedikit kesempatan bagi mereka untuk berbaur dan berkerumun. 

“Kondom itu tidak untuk digunakan saat pertandingan, tetapi atlet dapat membawanya pulang ke negara mereka masing-masing untuk meningkatkan kesadaran akan masalah HIV dan AIDS,” ujar panitia Olimpiade Tokyo 2020 dikutip dari Reuters, Senin.

Baca juga: Sekolah-sekolah di Jepang mundur dari program penonton Olimpiade 
Baca juga: Penyelenggara Olimpiade perkirakan 225.000 penonton per hari 


Para pejabat sudah melarang penonton dari luar negeri, dan meminta warga yang menghadiri pertandingan untuk menunjukkan dukungan mereka lewat tepuk tangan, bukan bersorak atau bernyanyi untuk mengurangi risiko penyebaran virus corona.

Penyelenggara awalnya berencana untuk menyediakan makanan bagi mereka yang menginap perkampungan atlet. Makanan tersebut akan diletakkan di ruang makan yang besar dengan kapasitas tempat duduk 4.500 orang sekaligus. 

Namun rencana itu dibatalkan. Penyelenggara akan meminta atlet untuk makan sendiri, menjaga jarak sosial dengan orang lain dan membersihkan tempat tersebut setelah makan. 

"Tanpa langkah-langkah yang tepat, hanya butuh satu orang untuk membawa virus dan menyebarkannya, khususnya di tempat-tempat seperti kampung atlet," kata salah satu spesialis penyakit menular di Tokyo 2020 Nobuhiko Okabe dalam konferensi pers Jumat lalu. 

"Kita harus melakukan apa yang kita bisa untuk memastikan wabah tidak menyebar luas, dan kita benar-benar membutuhkan kerja sama dari semua atlet dan delegasi untuk menyukseskan Olimpiade ini,” tambahnya. 

Baca juga: Tokyo akan vaksinasi 18.000 pekerja dan relawan Olimpiade 
Baca juga: Bos IOC segera tiba di Jepang untuk Olimpiade pada Juli 
Baca juga: 76 persen atlet telah lolos ke Olimpiade Tokyo 
​​​​​​​

Pewarta: Gheovano Alfiqi/Fitri Supratiwi
Editor: Rr. Cornea Khairany
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Gagal di semifinal, Anthony Ginting akan fokus untuk rebut perunggu

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar