Ibas: Penggalakan investasi jangan lupa kelestarian lingkungan

Ibas: Penggalakan investasi jangan lupa kelestarian lingkungan

Foto udara aktivitas pembangunan Kawasan Industri Terpadu Batang (KITB) di Ketanggan, Kabupaten Batang, Jawa Tengah. ANTARA FOTO/Harviyan Perdana Putra/aww.

Aspek kelestarian lingkungan penting untuk pertumbuhan berkualitas
Jakarta (ANTARA) - Wakil Ketua Badan Anggaran (Banggar) DPR RI Edhie Baskoro Yudhoyono meminta pemerintah, yang sedang giat menggalakkan masuknya investasi, harus memperhatikan kelestarian lingkungan.

"Untuk Kementerian Maritim dan Investasi, saya ingin investasi terus digalakkan, lebih merata dan terpadu dengan memperhatikan aspek kelestarian lingkungan," kata Edhie dalam rilis di Jakarta, Rabu.

Ibas, panggilan Edhie, mengatakan aspek kelestarian lingkungan penting untuk pertumbuhan berkualitas.

Ia mendukung upaya pemerintah agar APBN dijadikan instrumen yang merupakan bagian dari kebijakan fiskal untuk terus dilanjutkan perannya dalam membantu pemulihan ekonomi.

Untuk itu, ujar Ibas, kuncinya, para menteri koordinator diharapkan lebih cepat melakukan koordinasi di masing-masing kementerian untuk menerapkan program yang telah dirancang.

Baca juga: Ibas terima cumlaude saat sidang doktor, bahas isu investasi wisata

Sebelumnya, Direktur Eksekutif Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Tauhid Ahmad menyatakan pemerintah bisa menaikkan target investasi pada 2021 dari Rp900 triliun menjadi Rp930 triliun hingga Rp950 triliun, seiring adanya Undang-Undang Cipta Kerja dan Lembaga Pengelola Investasi (LPI).

"Seharusnya, ada perubahan target investasi ketika kedua instrumen tersebut sudah ada sehingga bisa diukur dampaknya," katanya.

Terlebih lagi, Tauhid menuturkan adanya dukungan perubahan status dari badan menjadi Kementerian Investasi dan Perpres Satgas Investasi.

Sebelumnya, Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia mengatakan pada 2022, pihaknya ditargetkan mencapai realisasi investasi yang lebih tinggi dari 2021, meski dengan anggaran yang lebih rendah.

Pada 2022, Kementerian Investasi/BKPM ditargetkan mencapai realisasi investasi Rp1.100-Rp1.200 triliun, sementara pagu indikatif pada tahun depan hanya Rp711,51 miliar atau lebih rendah dari 2021 yang Rp930 miliar.

Baca juga: DPR sampaikan keluhan pengusaha urus perizinan masih berbelit-belit
Baca juga: Wakil Ketua DPR minta pemerintah jaga momentum tumbuhnya investasi

Pewarta: M Razi Rahman
Editor: Kelik Dewanto
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Ombudsman minta BPJS Ketenagakerjaan terbuka soal alokasi investasi

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar