TNI-Polri siapkan patroli gabungan penanganan COVID-19

TNI-Polri siapkan patroli gabungan penanganan COVID-19

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Yusri Yunus berikan keterangan kepada wartawan di Polda Metro Jaya. ANTARA/Fianda Sjofjan Rassat

Kita lakukan pengetatan prokes (protokol kesehatan) kepada masyarakat
Jakarta (ANTARA) - Polda Metro Jaya bersama Kodam Jaya dan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menyiapkan patroli gabungan untuk penanganan COVID-19 dengan menggelar apel di Silang Monumen Nasional (Monas), Jumat sore.

"Nanti sore kami akan apel di Monas, kita akan sama-sama nanti apel di sana, kita lakukan patroli masif termasuk di dalamnya adalah Operasi Yustisi," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus, di Polda Metro Jaya, Jakarta, Jumat.

Yusri mengatakan DKI Jakarta diketahui kembali mencatat penambahan kasus harian positif per Kamis (17/6) sebanyak 4.144 kasus.

Hal itulah yang mendorong Polda Metro Jaya bersama Kodam Jaya dan Satpol PP Provinsi DKI Jakarta untuk melakukan pengetatan protokol kesehatan di tengah masyarakat.

"Kita lakukan pengetatan prokes (protokol kesehatan) kepada masyarakat Jakarta ini dengan Operasi Yustisi kita preemtif, preventif 'strike' yang kita lakukan," tambahnya.

Baca juga: Penambahan kasus positif COVID-19 Jakarta Kamis (17/6) naik 4.000-an

Adapun langkah yang akan dilakukan dalam patroli protokol kesehatan tersebut antara lain menegakkan 5M yakni memakai masker, mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir, menjaga jarak, menjauhi kerumunan, serta membatasi mobilitas.

"Karena kunci utamanya adalah disiplin protokol kesehatan 5M. Kalau ada kerumunan kita bubarkan, pengetatan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) berskala mikro dengan aturan-aturan itu yang kita tegakkan untuk mendisiplinkan masyarakat," pungkasnya.

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta saat ini tengah mempertimbangkan kemungkinan menerapkan kebijakan "rem darurat" berdasarkan pantauan dari perkembangan kasus penularan COVID-19 yang semakin meningkat.

"Dengan kasus yang luar biasa ini, kita mengambil langkah-langkah ekstra. Pak Gubernur bersama jajaran Forkopimda, akan melihat perkembangan dalam beberapa hari ke depan, apakah kita terus melaksanakan PPKM sampai 14 hari ke depan, atau ada kebijakan lain di tengah 14 hari," kata Riza di Balai Kota Jakarta.

Kemudian, politikus Partai Gerindra itu juga mengatakan Pemprov DKI meminta masukan dari ahli, epidemiolog, maupun COVID-19 nasional terkait perkembangan terkini COVID-19 di Jakarta.

Baca juga: Kadin pilih pengetatan prokes agar pemulihan ekonomi berlanjut

"Kami terus berkoordinasi dengan pakar epidemiologi, satgas pusat dan juga terus mengikuti arahan presiden," ujar Riza. 

  #ingatpesanibu 
#sudahdivaksintetap3m
#vaksinmelindungikitasemua 

Baca juga: Penanganan COVID-19 di Jaksel fokus disiplin prokes dan vaksinasi 
Baca juga: Kasus COVID-19 di Jakarta Utara naik signifikan 3-4 hari terakhir 
Baca juga: Anies kembali imbau masyarakat Jakarta tetap di rumah pada akhir pekan 

 

Pewarta: Fianda Sjofjan Rassat
Editor: Edy Sujatmiko
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Kasus positif DKI Jakarta tertinggi pada Minggu

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar