Penyandang "down syndrome" jadi model skincare

Penyandang "down syndrome" jadi model skincare

Namira, model penyandang down syndrome dalam kampanye Elsheskin (ANTARA/HO)

Perempuan berjerawat itu normal, tone kulit yg berbeda-beda itu anugerah
Jakarta (ANTARA) - Seorang perempuan penyandang down syndrome bernama Namira didapuk jadi salah satu model jenama produk lokal perawatan kulit, skincare, Elsheskin.

Dalam keterangannya pada Sabtu, Elsheskin ingin mendobrak batasan industri kecantikan yang kerap kali mengglorifikasi kecantikan dengan karakteristik fisik tertentu dengan menggandeng model berusia 23 tahun tersebut.

Cantik, menurut Elsheskin tak harus selalu berkulit putih, hidung mancung, langsing, rambut panjang, dan lain sebagainya. Anggapan itu muncul karena adanya standar kecantikan yang keliru di tengah keseharian kita, yang dibawa oleh pemasaran produk-produk kecantikan.

Dilandasi oleh keresahan tersebut, ElshéSkin, sebuah merek produk kecantikan asal Indonesia, menggelar kampanye unik dan sarat makna bertema #ImPerfectBeauty, yang menjadi trending topic beberapa waktu lalu.

Baca juga: Gucci Beauty gunakan model dengan down syndrome untuk Vogue Italia

Gerakan tersebut bertujuan untuk meningkatkan kesadaran, bahwa setiap perempuan Indonesia memiliki potensi kecantikannya masing-masing.

"Setiap perempuan punya sisi cantiknya tersendiri. Ini tentang bagaimana perempuan bisa percaya diri untuk mengeluarkan dan meng-embrace kecantikannya dengan menyebarkan semangat positif baik untuk dirinya maupun untuk orang lain. Perempuan berjerawat itu normal, tone kulit yg berbeda-beda itu anugerah," kata Cyntha Octavia, CEO ElshéSkin.

Lewat kampanye #ImPerfectBeauty, ElshéSkin berharap perempuan Indonesia lebih mencintai diri sendiri dan segala kekurangannya. Misalnya, “walaupun berjerawat jangan sampai kita merendahkan diri sendiri dan orang lain.”

Jerawat, kulit gelap, dan hal-hal yang sejauh ini dianggap dapat mengurangi nilai kecantikan, sejatinya sesuatu yang normal dimiliki oleh manusia.

Baca juga: Model dengan sindrom down wujudkan mimpi di New York Fashion Week

"Bahwasannya, tak ada satu pun manusia yang sempurna, dan ketidaksempurnaan merupakan hal yang dimaklumi karena kita semua #ImPerfectBeauty," kata
Cyntha menambahkan.

Menurutnya, banyak perempuan yang tak sadar bahwa dirinya lebih cantik dari sebatas kondisi fisiknya. “Kamu cantik dengan kekurangan dan kelebihanmu. Let’s embrace our real beauty and our imperfections,” tutur dia.
 
Ilustrasi model dalam kampanye Elsheskin (ANTARA/HO)


Lewat kampanye tersebut, ElshéSkin bekerja sama dengan empat model dari perempuan yang biasa kita temui sehari-hari mulai dari ibu rumah tangga sampai penyandang down syndrome.

Pemilihan perempuan penyandang down syndrome bukan tanpa alasan. Cyntha Octavia mengatakan, langkah tersebut dapat semakin memperjelas anggapan bahwa nilai kecantikan tak pernah memandang apa pun dan siapa pun.

“Dengan menggunakan model penyandang down syndrome, kami ingin membuktikan kepada perempuan Indonesia bahwa mereka yang secara medis dianggap memiliki kekurangan, tetap memiliki sisi cantik pada dirinya, jika Namira bisa membuktikan kepercayaan dirinya tentu kita semua bisa” ujarnya.

Dengan hadirnya kampanye ini, ElshéSkin berharap apa yang mereka lakukan dapat mengatasi keresahan sekaligus meluruskan pandangan keliru tentang kecantikan bagi seluruh perempuan di Indonesia.

Di sisi lain, mereka memastikan bahwa gelaran kampanye ini diiringi dengan pengenalan produk-produk Serum dari ElshéSkin. Namun, Cyntha Octavia mengatakan bahwa kampanye #ImPerfectBeauty tidak menitik beratkan pada penjualan produk, melainkan berfokus pada penyampaian semangat Elsheskin untuk seluruh perempuan di Indonesia.

Baca juga: Kekuatan mental orang tua diuji saat rawat anak down syndrome

Baca juga: Stimulasi kunci anak "down syndrome" berkembang dengan baik

Pewarta: Ida Nurcahyani
Editor: Suryanto
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar