Kasus COVID-19 melonjak, orang tua perlu ubah konsep liburan

Kasus COVID-19 melonjak, orang tua perlu ubah konsep liburan

Ilustrasi orangtua bermain dengan anak (Pexels)

Jakarta (ANTARA) - Psikolog klinis anak dan remaja dari Klinik Terpadu Universitas Indonesia (UI), Andini Sugeng mengatakan orang tua perlu menumbuhkan kesadaran kepada anak bahwa protokol kesehatan wajib dipatuhi dan menjadi bagian dari gaya hidup.

Orangtua juga bisa menerangkan konsep liburan gaya baru yang tidak harus berada di luar rumah, terutama pada masa libur sekolah seperti sekarang ini guna menekan lonjakan kasus COVID-19.

"Begitu juga menjaga jarak terutama konsep liburan yang disesuaikan tidak harus beramai-ramai, tetap di rumah, atau kalaupun terpaksa keluar rumah hindari kerumunan atau tempat ramai" ujar Andini saat dihubungi ANTARA pada Jumat.

Baca juga: Lima film animasi menarik untuk isi libur panjang akhir pekan ini

Baca juga: Rekomendasi tayangan animasi anak dan keluarga untuk libur panjang


Pandemi COVID-19 telah berjalan selama lebih dari satu tahun. Menurut Andini, sudah semestinya anak-anak mengerti tentang protokol kesehatan dan juga pentingnya untuk selalu berada di rumah guna menghindari virus corona.

Sebagian besar keluarga sudah memiliki kesadaran akan risiko yang ditimbulkan dari berlibur di tengah pandemi, namun di sisi lain, kebutuhan akan liburan dan beristirahat dari segala rutinitas, tetap berusaha untuk dipenuhi.

Untuk itu, orang tua diharapkan tidak bosan untuk menerangkan kepada anak-anak tentang bahaya liburan di tengah kasus COVID-19 yang terus melonjak. Orang tua pun berperan untuk memodifikasi kegiatan libur di rumah agar anak tidak bosan.

"Kegiatan yang baru atau tidak biasa akan menjadi liburan dan hiburan juga bagi anak-anak. Ini perlu disesuaikan dengan usia anak ya, kebutuhan liburan anak usia TK-SD akan berbeda dengan anak usia remaja," kata Andini.

Sementara itu, guna membangun kesadaran penuh untuk menjaga kesehatan diri dalam keluarga, orangtua perlu memberikan contoh konkrit agar dapat ditiru oleh anak-anak.

"Hindari untuk malas bergerak dengan alasan liburan sekolah, terutama terkait kegiatan harian tentang kesehatan, kebersihan dan kemandirian sehari-hari, seperti bangun pagi, mandi, makan, olahraga," kata Andini.

Baca juga: Moskow perpanjang libur sekolah terkait virus corona

Baca juga: Isi libur sekolah, KPK dan Kemendikbud edukasi siswa lewat film

Baca juga: Sambut libur, CGV hadirkan deretan film & musikal Midnight Sun

Pewarta: Maria Cicilia
Editor: Alviansyah Pasaribu
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Pengguna kereta api di Sumbar turun di masa libur sekolah

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar