Saham China ditutup melemah tertekan perusahaan keuangan dan energi

Saham China ditutup melemah tertekan perusahaan keuangan dan energi

Para investor sedang memantau pergerakan saham di bursa saham China. ANTARA/REUTERS/Aly Song/am.

Indeks keuangan CSI300 dan indeks energi CSI300 masing-masing melemah 2 persen dan 2,2 persen
Jakarta (ANTARA) - Saham China ditutup lebih rendah pada Kamis, terbebani oleh perusahaan keuangan dan energi, sementara investor mempertimbangkan petunjuk mengejutkan Beijing pada pelonggaran moneter.

Indeks saham unggulan CSI300 berakhir 1,0 persen lebih rendah pada 5.088,26, sedangkan indeks Shanghai Composite turun 0,8 persen menjadi 3.525,50.

Memimpin penurunan, indeks keuangan CSI300 dan indeks energi CSI300 masing-masing melemah 2 persen dan 2,2 persen.

China akan menggunakan metode waktu dalam penetapan rasio cadangan minimum (reserve requirement ratio/RRR) perbankan untuk mendukung ekonomi riil, terutama bagi perusahaan kecil, kata kabinet pada Rabu.

Belum akan ada kebutuhan untuk pemotongan RRR terhadap patokan Beijing yang mengambang, dan itu belum menjadi perubahan arah sehingga investor tidak perlu terlalu mengharapkan pelonggaran, analis Huachuang Securities mencatat dalam sebuah laporan, dikutip dari Reuters.

Koreksi lanjutan pada saham-saham unggulan juga membebani pasar.

Saat ini ada perbedaan mencolok dalam hal lingkungan ekonomi dan kebijakan dibandingkan dengan tahun 2020, yang mengarah pada penurunan kinerja saham-saham perusahaan unggulan berkapitalisasi besar yang terdaftar di pasar-A dan Hong Kong, yang sebelumnya berkinerja sangat memuaskan, termasuk Gree Electric Appliances, China Vanke dan Meituan, kata China Galaxy Securities dalam sebuah catatan.

Pada Kamis, Gree turun 21 persen sepanjang tahun ini, Vanke turun 16 persen, sementara Meituan turun 10 persen. Meituan telah jatuh lebih dari 40 persen dari rekor tertinggi pada 18 Februari.

Turut menambah tekanan adalah berita utama terbaru tentang tindakan keras China terhadap perusahaan platform.

Regulator pasar China mengatakan pada hari Rabu bahwa pihaknya telah mendenda sejumlah perusahaan internet termasuk Didi Chuxing, Tencent dan Alibaba karena gagal melaporkan kesepakatan merger dan akuisisi yang mereka lakukan sebelumnya, untuk mendapat persetujuan, menurut sebuah pernyataan di situs web State Administration of Market Regulation (SAMR).

Baca juga: Perbankan dan pertambangan seret turun FTSE 100
Baca juga: Saham Eropa turun dalam aksi jual global karena kekhawatiran pemulihan
Baca juga: Saham China berakhir lebih tinggi pada Rabu


Penerjemah: Biqwanto Situmorang
Editor: Kelik Dewanto
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar