Olimpiade

Warga kota Tokyo saksikan pembukaan Olimpiade dari luar Stadion Tokyo

Warga kota Tokyo saksikan pembukaan Olimpiade dari luar Stadion Tokyo

Penggemar super Olimpiade Kyoko Ishikawa (tengah) yang menghadiri rangkaian acara pembukaan selana 30 tahun, menyampaikan suka citanya menyaksikan aksi akrobatik Blue Impulse dari Angkatan Udara Pasukan Bela Diri Jepang (JASDF) yang membentuk cincin Olimpiade di langit kota Tokyo pada 23 Juli 2021 dalam rangkaian pembukaan Olimpiade Tokyo 2020. (Photo by Yasuyoshi CHIBA / AFP) (AFP/YASUYOSHI CHIBA)

Jakarta (ANTARA) - Ratusan orang berkumpul di luar Stadion Olimpiade di Tokyo untuk menyaksikan secara sekilas upacara pembukaan yang berlangsung secara tertutup karena berlakunya aturan anti-virus corona yang ketat.

Hanya ratusan tamu undangan dan pejabat yang dibolehkan masuk venue berkapasitas 68.000 orang itu untuk menonton seremoni pembukaan Olimpiade yang ditunda tahun lalu karena pandemi. Namun penduduk Tokyo dan sekitarnya berbondong-bondong ke tempat ini guna menikmati suasana Olimpiade.

"Kami ke sini untuk merasakan suasananya, semaraknya dan kembang api," kata Mako Fukuhara kepada AFP di luar stadion.

"Kami berharap bisa menyaksikan upacara pembukaan, atau paling tidak cuma merasakannya," kata dia.

"Sampai detik ini tak terasa seperti Olimpiade, tapi kini kami berada dekat stadion, rasanya seperti Olimpiade!"

Baca juga: Pembukaan Olimpiade Tokyo dimulai, selipkan doa untuk korban COVID-19
Baca juga: Kaisar Jepang akan buka Olimpiade, ulangi peran sang kakek


Di dekatnya, orang berkerumun di sekitar Museum Olimpiade di sebelah stadion yang telah direnovasi, dan antre berfoto di depan cincin warna warni Olimpiade.

Selama berbulan-bulan, jajak pendapat menunjukkan warga Jepang menentang Olimpiade musim panas ini diselenggarakan, terutama akibat naiknya kasus virus di Tokyo dan sekitarnya.

Tapi penentangan sepertinya melunak begitu atlet seluruh dunia berdatangan ke negara itu, dan ribuan orang tumpah ruah di Tokyo sehari sebelumnya untuk menyaksikan akrobatik udara Olimpiade oleh angkatan udara Pasukan Bela Diri Jepang.

Di luar stasiun kereta Sendagaya dekat Stadion Tokyo, belasan pengunjuk rasa menggelar demonstrasi kecil menentang Olimpiade.

Tetapi suara mereka ditimpa oleh pengeras suara yang memberikan dukungan untuk terselenggaranya Olimpiade yang tertunda ini.

"Saya menyambut baik pembukaan Olimpiade, ini momen membanggakan bagi saya sebagai warga Jepang," kata seorang wanita.

Baca juga: Erick Thohir semangati kontingen Indonesia di Tokyo

Aiko Hirota tiba enam jam sebelum upacara guna merasakan suasana acara tersebut.

"Meskipun akan digelar tanpa penonton, saya terkesan dengan suasana orang-orang di sini," kata dia seperti dikutip AFP.

"Saya berharap, meskipun Olimpiade diadakan tanpa penonton, atlet bisa melihat banyak orang mendukung mereka."

Sejumlah orang datang dari tempat-tempat jauh untuk menjadi bagian dari pengalaman Olimpiade, termasuk warga negara China Cho Kouko yang berasal dari Osaka di Jepang barat.

"Saya di sini untuk mendukung atlet China... Saya ingin menyapa mereka saat mereka lewat."

Han Yi-ting, warga Tokyo asal Taiwan, berharap pemandangan yang bagus dari kembang api yang diharapkan menerangi langit selama upacara yang berlangsung selama tiga setengah jam itu.

"Saya sudah menantikan hal ini selama setahun, saya menantikannya," kata dia.

"Saya kira memalukan jika Olimpiade harus ditunda tahun lalu, tapi kini digelar, dan suasananya luar biasa."

Baca juga: Ratusan orang berkumpul di luar stadion jelang pembukaan Olimpiade
Baca juga: Kaisar Jepang bertemu ibu negara AS sebelum pembukaan Olimpiade

Pewarta: Jafar M Sidik
Editor: Bayu Kuncahyo
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar