Magelang (ANTARA News) - Pemerintah Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, menyiapkan sebanyak 750 armada jika sewaktu-waktu digunakan untuk mengevakuasi warga setempat dari letusan Gunung Merapi.

Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Magelang, Ismu Kuswandari, di Magelang, Minggu, mengatakan, sejumlah armada tersebut antara lain berupa truk dan mobil bak terbuka.

Namun, katanya, akan lebih dioptimalkan penggunaan truk untuk evakuasi agar bisa memuat lebih banyak warga dari berbagai desa rawan letusan Merapi ke pengungsian.

Pada Kamis (23/9) Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kegunungapian (BPPK) Yogyakarta menyatakan kenaikan status aktivitas vulkanik Merapi dari "Aktif Normal" menjadi "Waspada". Status aktivitas vulkanik Merapi meliputi "Aktif Normal", "Waspada", "Siaga", dan "Awas".

Sejak peningkatan status tersebut sejumlah pemkab yang mempunyai wilayah di lereng gunung berapi teraktif di dunia tersebut terus melakukan sejumlah persiapan untuk mengantisipasi bahaya Merapi.

Ia mengatakan, semula pemkab akan menyiapkan sebanyak 1.900-an kendaraan, tetapi setelah dihitung ulang, diperkirakan dengan 750 kendaraan sudah mencukupi untuk mengangkut warga dari sejumlah daerah di lereng Merapi ke tempat pengungsian.

Menurut dia, agar proses evakuasi berjalan lancar perlu dilakukan perbaikan jalur evakuasi di beberapa titik, antara lain jalur Mangunsuko-Krinjing sepanjang tiga kilometer dan jalan Keningar-Sumber sepanjang lima hingga enam kilometer.

"Kami akan berkoordinasi dengan Dinas Pekerjaan Umum. Paling tidak dilakukan penutupan lubang-lubang jalan yang agak dalam sehingga nanti jika sewaktu-waktu digunakan untuk evakuasi bisa berjalan lancar," katanya.

Jalur tersebut, katanya, bisa digunakan evakuasi karena memang disiapkan untuk evakuasi, tetapi permasalahannya sekarang jalan rusak sehingga harus diperbaiki agar tidak menggangu proses evakuasi.(*)
(U.H018/M029/R009)

Editor: Ruslan Burhani
Copyright © ANTARA 2010