Peran pengelola SDM dan "human capital" kian penting di era pandemi

Peran pengelola SDM dan "human capital" kian penting di era pandemi

Para pembicara dalam Webinar Series HR Talk 2021 “Reinventing Human Capital in the New Normal Era” yang dipandu oleh Redaktur Kompartemen Majalah SWA Teguh S Pambudi, di Jakarta, Selasa. (ANTARA/HO/SWA)

di era digital semua hal dapat diakses kapan pun dan dimana pun, sehingga terjadi perubahan yang cepat dari mobilitas fisik ke digital yang terkadang tidak semua karyawan siap
Jakarta (ANTARA) - Peran pengelola Sumber Daya Manusia (SDM) dan human capital dalam perusahaaan kian penting di era pandemi atau normal baru seiring dengan perubahaan cara bekerja dari mobilitas fisik ke mobilitas digital.

"Belum pernah terjadi sebelumnya peran human capital menjadi begitu penting, hadir di atas pentas bisnis," kata Senior Expert of HR Practice Josef Bataona pada Webinar “Reinventing Human Capital in the New Normal Era” yang diselenggarakan SWA Group, di Jakarta, Selasa.

Begitu COVID-19 hadir, lanjut dia, semua elemen dalam perusahaan dipaksa bersahabat dengan teknologi dan berbagai aplikasi mulai dari talent acquisition hingga karyawan pensiun, sehingga banyak strategi human capital dirancang untuk akselerasi digitalisasi.

Namun, ia mengingatkan hal itu bukan saja berkaitan dengan penggunaan teknologi, melainkan terkait perubahan perilaku dan mindset.

“Satu hal yang juga tidak kalah penting terkait komunikasi (dengan karyawan) di era pandemi yang dilakukan secara online, kalau bisa harus mempertahankan human touch,” ujar Josef yang pernah menjadi Direktur Human Resource di beberapa perusahaan.

Sementara SVP HCM Lintasarta Triharry Darmawan Oetji mengakui di era digital semua hal dapat diakses kapanpun dan dimana pun, sehingga terjadi perubahan yang cepat dari mobilitas fisik ke digital yang terkadang tidak semua karyawan siap.

"Perubahan-perubahan ini harus didukung dengan perubahan mindset dan teknologi pendukungnya," ujarnya.

Hal inilah, yang mungkin masih menjadi tantangan bagi sejumlah perusahaan, mengingat kadang mindset sudah siap, tetapi teknologinya belum siap karena mahal. Atau sebaliknya.

Ia mengatakan Lintasarta memiliki pengelolaan human capital berbasis digital melalui Lintasarta Digital Employee Experience Framework. Kerangka kerja ini terdiri dari attracting, acquisition & onboarding, perform, reward, development, dan off-boarding.

Lintasarta Digital Employee Experience dirancang untuk memastikan seluruh karyawan memiliki akses terhadap semua informasi, kebijakan, proses dan program yang terkait dengan pengelolaan sumber daya manusia kapan saja dan di mana saja.

Senior Advisor Owlexa Healthcare Indar Siswanto mengakui teknologi merupakan kunci bagi perubahan di era normal baru, namun perubahan tersebut harus dilakukan dengan bijak karena sasaran yang dilayani adalah manusia. Bahkan, teknologi bisa dioptimalkan untuk memberikan pengalaman yang berharga dan berkesan bagi karyawan di era pandemi.

"Teknologi bisa memaksimalkan fungsi human capital, tidak hanya membantu aktivitas yang sifatnya rutin/administratif, melainkan juga ke hal yang lebih strategis sebagai business partner bahkan game changer,” ujar Indar.

Hal lain yang dibahas dalam webinar itu adalah bagaimana mengembangkan digital health benefit untuk membangun employee engagement. Dalam hal ini Josef yang pernah menjadi Direktur HR di Unilever, Danamon dan Indofood, mengatakan perlu mengkampanyekan kepada karyawan agar menjaga kesehatan supaya ketika pensiun perusahaan bisa "mengembalikan" mereka kepada keluarga dalam keadaan sehat.

Ia mengingatkan cara perusahaan memperlakukan karyawan selama pandemi akan berdampak pada loyalty, motivation, dan overall satisfaction bagi karyawan.
Baca juga: Erick Thohir khawatir BUMN tak siap bertransformasi dan kalah bersaing
Baca juga: Kemenkeu: Belanja SDM bantu perbaikan Indeks Modal Manusia

Pewarta: Risbiani Fardaniah
Editor: Royke Sinaga
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Ulang tahun ke-13, FHCI luncurkan majalah digital

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar