Artikel

Lalu Zohri dan kepungan persaingan sengit sprinter di bawah 10 detik

Oleh Muhammad Ramdan

Lalu Zohri dan kepungan persaingan sengit sprinter di bawah 10 detik

Arsip Foto - Atlet asal NTB Lalu Muhammad Zohri (tengah) memacu kecepatannya saat pertandingan nomor Lari 200 meter final U-20 putra Kejurnas Atletik 2019 di Stadion Pakansari, Bogor, Jawa Barat, Minggu (4/8/2019). ANTARA FOTO/Yulius Satria Wijaya/wsj.

Jakarta (ANTARA) - Untuk kali pertama sejak 2004, Olimpiade akan melahirkan juara baru di nomor 100 meter putra setelah dalam tiga edisi terakhir Sang Manusia Tercepat di Dunia, Usain Bolt, mendominasi dengan sapu bersih emas.

Tanpa Bolt, peta persaingan di nomor 100 meter putra Olimpiade Tokyo 2020 diprediksi berlangsung sengit dan sprinter Indonesia Lalu Muhammad Zohri turut merampaikan kompetisi itu, meski ia hadir di Negeri Sakura bukan sebagai unggulan.

Catatan waktu terbaik Zohri adalah 10,03 detik yang ditorehkannya dalam seri Golden Grand Prix Osaka 2019 di Jepang, yang sekaligus mengantarkannya meraih tiket Olimpiade Tokyo.

Zohri hanya terpaut 0,03 detik dari pelari Amerika Serikat Justin Gatlin yang menempati posisi pertama di ajang tersebut serta 0,02 detik dari wakil tuan rumah Yoshihide Kiryu.

Baca juga: Zohri memastikan tampil di Olimpiade 2020 Tokyo

Mengingat atletik adalah olahraga terukur, maka pencapaian atlet dalam suatu ajang bisa menjadi tolok ukur untuk kompetisi selanjutnya. Zohri kali terakhir berlomba saat turun di test event Olimpiade Tokyo pada Mei lalu. Ketika itu, ia mencatatkan waktu 10,34 detik.

Berkaca dari catatan tersebut, Zohri diprediksi sulit menyaingi pesaing yang memiliki rapor waktu di bawah 10 detik. Sebut saja sprinter Amerika Serikat Trayvon Bromell yang menjadi kandidat kuat juara di nomor 100 meter putra.

Bromell pernah mencatat rekor 9,77 detik saat tampil di Miramal, Florida, pada Juni lalu, yang membuatnya masuk dalam daftar tujuh sprinter tercepat dunia dalam sejarah.

Setelah itu, Bromell memastikan tempat di Olimpiade Tokyo usai memenangi 100 meter ajang US Olympic Trials dengan catatan waktu 9,80 detik. Ia berada di depan kompatriotnya Ronnie Baker (9,85 detik) dan Fred Kerley (9,86 detik).

"Saya termotivasi untuk sesuatu yang lebih besar dari sekadar medali. Itu di luar sisi materialnya. Ada tujuan yang lebih besar di balik semua ini. Jelas jika saya memenangi medali emas, itu akan memberi saya kesempatan lebih," kata Bromell dikutip dari situs resmi World Athletics, Kamis (29/7).

Baca juga: Usain Bolt percaya diri rekornya tak akan patah di Olimpiade Tokyo

Seorang pengamat atletik Neil Duncanson mengatakan Bromell memiliki kans besar untuk meraih emas Olimpiade Tokyo. Berdasarkan analisisnya, Duncanson menyebut Bromell hanya butuh fokus dan tak melakukan kesalahan saat berlomba nanti.

"Saya pikir Trayvon akan memenangkannya (emas Olimpiade Tokyo) jika ia tampil dengan benar," kata Duncanson dilansir Reuters, Jumat.

Selain Bromell, Zohri juga akan bersaing dengan Ronnie Baker dan Fred Kerley. Seperti disebutkan di atas, keduanya berada di belakang Bromell saat bersaing di US Olympic Trials dengan catatan waktu berada di bawah 10 detik, membuat ketiga sprinter Negeri Paman Sam itu menjadi lawan sulit Zohri di lintasan Olympic Stadium.

Halaman selanjutnya: Di luar jajaran sprinter

Oleh Muhammad Ramdan
Editor: Gilang Galiartha
COPYRIGHT © ANTARA 2021

KONI: PON XX Papua berkaca pada Olimpiade Tokyo 2021

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar