Olimpiade

Walau gagal melaju, Rui Hachimura puji peningkatan basket putra Jepang

Walau gagal melaju, Rui Hachimura puji peningkatan basket putra Jepang

Pebasket Jepang Rui Hachimura (kanan) berusaha mengendalikan bola di bawah kawalan dua pemain Argentina Luca Vildoza (kiri) dan Gabriel Deck dalam pertandingan penyisihan Grup C bola basket putra Olimpiade Tokyo 2020 di Saitama Super Arena, Saitama, Jepang, Minggu (1/8/2021). (ANTARA/REUTERS/Sergio Perez)

Jakarta (ANTARA) - Rui Hachimura memuji peningkatan bola basket putra Jepang walaupun mereka gagal melaju lebih jauh dari fase penyisihan grup Olimpiade Tokyo 2020.

Memainkan pertandingan terakhir Grup C melawan melawan Argentina di Saitama Super Arena, Minggu, Jepang kalah 77-97 untuk melewatkan tiga laga penyisihan tanpa satu kemenangan pun dan jadi juru kunci klasemen akhir.

Kendati penampilan kembali basket putra Jepang di Olimpiade setelah 45 tahun berbuah raihan nirmenang, Hachimura meyakini mereka masih berada di jalur yang tepat.

"Hasilnya memang mengecewakan, tapi saya rasa kami meningkat sebagai sebuah tim," kata Hachimura selepas laga dikutip dari laman resmi Olimpiade.

Baca juga: Basket putra Olimpiade: Slovenia sapu bersih, mimpi tuan rumah musnah

Hachimura membandingkan penampilan Jepang di Tokyo dengan saat ambil bagian dalam Piala Dunia FIBA 2019 di China.

Ia merasa bahwa penampilan di Tokyo jauh lebih baik ketimbang di China, walaupun sama-sama menelan tiga kekalahan.

"Ini penampilan kedua tim ini di kompetisi internasional, dan saya pikir kami lebih baik dibandingkan di Piala Dunia FIBA," katanya.

"Kami akan bekerja lebih keras menuju Piala Dunia FIBA berikutnya dan memastikan kembali tampil di Olimpiade lagi," tutup pebasket yang berkarier di NBA dan membela Washington Wizards itu.

Di laga kontra Argentina, Hachimura membukukan menit bermain terlama sepanjang Olimpiade dengan melantai 39 menit dan 11 detik untuk mengemas dwiganda 13 poin serta 11 rebound.

"Saya percaya kami masih punya jalan yang panjang sebagai sebuah tim. Dan saya menyadari masih ada jurang perbedaan besar dengan tim-tim top dunia," kata Hachimura.

"Tapi saya percaya perlahan-lahan jarak itu kami pangkas. Saya harap kami tak melupakannya dan terus berjuang sebagai tim. Hasil ini jelas mengecewakan, tapi kami akan belajar dari pengalaman ini untuk menjadi tim yang lebih kuat," tutupnya.

Baca juga: Basket putra Iran yang pertama tinggalkan Tokyo, disusul Nigeria
Baca juga: Jatuh di kamar mandi, bintang NBA Australia tinggalkan Olimpiade
Baca juga: Tim putri Amerika Serikat sabet emas Olimpiade perdana basket 3x3

Pewarta: Gilang Galiartha
Editor: Irwan Suhirwandi
COPYRIGHT © ANTARA 2021

KONI: PON XX Papua berkaca pada Olimpiade Tokyo 2021

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar