MotoGP

Kilas balik karier Valentino Rossi

Kilas balik karier Valentino Rossi

Valentino Rossi (Monster Energy Yamaha MotoGP) melakukan selebrasi usai finis P2 di GP Amerika Serikat, Minggu (14/4) (Twitter.com/MotoGP)

Jakarta (ANTARA) - Valentino Rossi pada Kamis di Austria telah membulatkan tekad untuk menutup kariernya di MotoGP dalam 25 tahun terakhir ini setelah musim 2021 usai.

Ia menjadi satu-satunya pebalap yang telah memenangi gelar juara dunia di kelas 125cc, 250cc, 500cc, dan MotoGP.

Laman resmi MotoGP mencatat, karier sang pebalap Italia berawal pada 1996 saat ia berusia 17 tahun menempati posisi start ke-14 di Sepang, Malaysia.

Mengendarai motor Aprilia RS125, Rossi finis enam besar dan menarik perhatian para penonton.

Ia memiliki rentetan penampilan impresif yang diikuti dengan podium perdana di GP Austria, dan pada akhirnya kemenangan pertamanya di GP Ceko dua pekan berselang.

Tahun berikutnya menjadi milik Rossi sepenuhnya, merebut gelar juara dunia kelas 125cc lewat 11 kemenangan dari 15 Grand Prix.

Aprilia memutuskan untuk membawa Rossi naik kasta ke kelas 250cc namun ia yang saat itu berusia 19 tahun harus puas finis runner-up setelah kalah dari Loris Capirossi.

Pada 1999, Rossi membalaskan dendamnya, mengambil alih kejuaraan setelah kemenangan di GP Spanyol dan Italia, serta tujuh kemenangan lagi untuk merebut gelar dengan margin 48 poin dari pebalap Honda Tohru Ukawa.

Pada akhirnya, Rossi meloncat ke kelas premier di tahun berikutnya dan langsung menjadi perhatian saat ia mengendarai Honda NSR500.

Sebagai rookie, ia mencatatkan DNF di dua balapan pertamanya, namun tak perlu waktu lama bagi Rossi untuk naik podium di kelas paling bergengsi itu, dengan yang pertama ia raih di Jerez.

Setelah menang di Donington Park, Inggris, Rossi menjadi salah satu penantang gelar tahun itu. Meskipun meraih kemenangan keduanya di Rio de Janeiro, sayangnya gelar juara dunia jatuh ke tangan Kenny Roberts Jr.

Baca juga: Rossi: balapan ini sangat menegangkan
Baca juga: Rossi menang dramatis

Selanjutnya juara beruntun

Pewarta: Aditya Eko Sigit Wicaksono
Editor: Junaydi Suswanto
COPYRIGHT © ANTARA 2021

MGPA: Pengaspalan Sirkuit Mandalika tiga lapisan

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar