Satgas COVID-19: Performa aplikasi PeduliLindungi harus ditingkatkan

Satgas COVID-19: Performa aplikasi PeduliLindungi harus ditingkatkan

Illustrasi - Masyarakat yang sedang memainkan sebuah ponsel di salah satu kawasan perbelanjaan di Jakarta Selatan (3/9/2021). ANTARA/Hreeloita Dharma Shanti.

servernya memang harus terus lebih ditingkatkan lagi
Jakarta (ANTARA) - Ketua Bidang Penanganan Kesehatan Satgas COVID-19 Alexander K. Ginting mengatakan pemerintah harus lebih meningkatkan performa aplikasi PeduliLindungi khususnya terhadap kualitas server dan jaringan agar dapat membantu pencatatan data kesehatan masyarakat secara lebih optimal.

“Yang penting bagi pengelola aplikasi PeduliLindungi ini, servernya memang harus terus lebih ditingkatkan lagi seiring dengan banyaknya jumlah yang mendownload aplikasi tersebut,” kata Alexander saat dihubungi ANTARA di Jakarta, Jumat.

Ia mengatakan kualitas aplikasi PeduliLindungi terutama pada jaringan, perlu lebih ditingkatkan dan diperluas, mengingat jumlah pengguna yang akan semakin bertambah sehingga tidak memberikan kesan lambat saat digunakan.

“Kalau masih melayani 1.000 orang mungkin masih baik. Tapi kalau sudah melayani sampai 100.000 orang, ini yang banyak harus ditingkatkan. Khususnya di kualitas jaringan dan kualitas server, sehingga kesan (aplikasi) tidak melambat,” kata dia.

Alexander menyarankan, perbaikan jaringan-jaringan dan penerapan pemakaian aplikasi tersebut di mulai pada sejumlah daerah di pulau Jawa yang memiliki banyak aktivitas di bidang aglomerasi seperti DKI Jakarta, Solo, Semarang, Malang dan Surabaya.

"Mulai dulu di daerah aglomerasi. Diharapkan di daerah aglomerasi kehidupan sosial ekonominya lebih baik. Kemudian bila jaringan internet lebih baik dan rata-rata sudah memiliki ponsel, mereka mengerti dan paham menggunakan aplikasi seperti Whatsapp atau Facebook, mereka bisa menggunakan aplikasi tersebut," kata dia.

Baca juga: Kapolri ingatkan aplikasi PeduliLindungi jadi kebiasaan baru
Baca juga: Satgas: Aplikasi PeduliLindungi efektif permudah aktivitas masyarakat


Lebih lanjut dia juga mengatakan, perlu adanya partisipasi dari masyarakat dalam membantu pemerintah meningkatkan performa PeduliLindungi, melalui pengisian data diri yang sesuai dengan Kartu Keluarga (KK) atau Nomor Induk Nasional (NIK).

Alexander mengungkapkan, masih ada beberapa masyarakat yang menggunakan nama lain atau akun palsu saat mengisi data diri di aplikasi tersebut, sehingga membuat pemerintah kesulitan untuk mendapat data yang akurat.

“Alangkah baiknya dalam rangka menyusun (data diri), setiap orang punya data digital yang sesuai dengan KTP, kemudian punya akun e-mail sesuai dengan nama yang ada di KTP nya. Demikian dengan data di ponselnya supaya tidak menjadi permasalahan,” ujar dia.

Ia berharap melalui aplikasi PeduliLindungi, seluruh aktivitas sosial masyarakat dapat lebih dipermudah dan berjalan dengan aman serta pemerintah terus memberikan upaya terbaik untuk menjaga keamanan data masyarakat yang ada dalam aplikasi tersebut.

“Semua di dunia digital itu meninggalkan jejak, jadi tidak perlu khawatir. Hanya memang seluruh server aplikasi harus dikelola oleh pemerintah secara seksama dan pengamanannya harus dipertanggungjawabkan oleh pemerintah,” kata Alexander.

Baca juga: Menperin: Industri operasi penuh wajib pakai aplikasi PeduliLindungi
Baca juga: Platform tunggal PeduliLindungi memiliki sistem keamanan super
Baca juga: Bamsoet minta Kominfo benahi kekurangan aplikasi PeduliLindungi


Pewarta: Hreeloita Dharma Shanti
Editor: Budhi Santoso
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Ternate targetkan 21.000 anak terima vaksin COVID-19 dalam sebulan

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar