DKI rencanakan revitalisasi Cikini jadi destinasi wisata perkotaan

DKI rencanakan revitalisasi Cikini jadi destinasi wisata perkotaan

Bakoel Coffe, salah satu kuliner legendaris yang ada di Cikini, Jakarta Pusat, Rabu (15/9/2021). ANTARA/Ricky Prayoga/am.

Jakarta (ANTARA) - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta berencana merevitalisasi kawasan Cikini, Monas, dan Pasar Baru, menjadi destinasi wisata perkotaan di tengah Kota Jakarta.

Kepala Bidang Pemasaran dan Atraksi Dinas Pariwisata DKI Jakarta, Hari Wibowo, di Jakarta, Rabu, mengatakan, rencana revitalisasi tersebut  didasarkan atas pertimbangan, ada nilai-nilai sejarah di kawasan tersebut, serta situasi pandemi COVID-19 yang masih melanda Jakarta.

"Kami di Jakarta mencoba mengangkat destinasi wisata perkotaan melalui tempat-tempat bersejarah yang ada, untuk menghidupkan wisata perkotaan. Sasaran utama wisatawannya warga kota itu sendiri, karena saat ini situasi masih pandemi ,dan ke depan wisatawan domestik," katanya. 

Hari menyebutkan,  daya tarik wisata di Cikini adalah sejarahnya di sepanjang jalan yang terletak tak jauh dari pusat pemerintahan Indonesia dan Provinsi DKI Jakarta itu berjejeran bangunan bersejarah dan memiliki kisah tersendiri yang melintas zaman dan waktu.

Baca juga: Wisata Kota Tua dibuka sementara hanya untuk warga yang berolah raga

Berdasarkan penelusuran berbagai sumber, kata dia, mulai dari era kolonial, kawasan Cikini berkembang seiring dengan perkembangan kawasan perumahan di Gondangdia yang tergambar pada Gedung Kantor Pos di mulut Jalan Cikini Raya dan rumah pelukis terkenal Raden Saleh Syarif Bustaman yang sekarang menjadi kantor RS PGI Cikini.

Kemudian, di era kemerdekaan hingga saat ini, yang tergambar dari bangunan-bangunan dan usaha-usaha legendaris seperti Bakoel Coffe (1878), rumah Ida Kurani Soedibjo yang menjadi lokasi tiket box berbagai acara di Jakarta, rumah dan pabrik roti Tan EK Tjoan.

Rumah pengusaha era kemerdekaan Hasjim Ning,  tempat usaha kacamata orang Indonesia pertama A. Kasoem, hingga Taman Ismail Marzuki (TIM) yang dulunya adalah halaman dan kebun binatang mini milik Raden Saleh.

Baca juga: Pantai Maju jadi daya tarik wisata olahraga warga Jakarta

Bahkan, Dinas Pariwisata DKI juga menyebutkan saat ini sedang menggodok paket wisata untuk publik, bekerja sama dengan pelaku hotel dan komunitas pemandu wisata untuk mendongkrak pariwisata di DKI Jakarta.

Menurtu Hari, paket wisata publik itu lokasinya, di Jakarta Barat yakni kota tua dan china town. Jakarta Pusat di Menteng, Cikini, dan Pasar Baru. Jakarta Utara di Pantai Indah Kapuk dan Pluit.  Jakarta Timur di Jatinegara. Jakarta Selatan di Blok M dan Senayan. "Rencana ini sedang dimatangkan," tuturnya.

Kawasan Cikini sendiri telah difasilitasi oleh Pemprov DKI Jakarta dengan rampungnya proyek revitalisasi trotoar di kawasan tersebut. Revitalisasi Cikini, merupakan bagian dari target revitalisasi 10 kilometer (km) antara ruas Jalan Cikini Raya ke Jalan Pramuka Raya serta Jalan Kramat Raya dan Salemba Raya.

Baca juga: Pemprov DKI rencanakan uji coba pembukaan tempat wisata
 

Pewarta: Ricky Prayoga
Editor: Riza Harahap
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Mengulik sejarah Jalan Cikini Raya

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar