Polisi pastikan Operasi Patuh Jaya tidak dilaksanakan hanya satu titik

Polisi pastikan Operasi Patuh Jaya tidak dilaksanakan hanya satu titik

Kapolres Metro Jakarta Barat Kombes Pol Ady Wibowo saat ditemui di Kalijodo, Jakarta Barat, Selasa (20/7/2021). ANTARA/Walda.

Semua tempat akan kita alokasikan
Jakarta (ANTARA) - Polres Metro Jakarta Barat memastikan pelaksanaan Operasi Patuh Jaya tidak hanya di satu titik melainkan berpindah-pindah ke seluruh wilayah untuk mengantisipasi kerumunan warga seperti balapan liar hingga konvoi di daerah itu.

"Semua tempat akan kita alokasikan karena itu emang sifatnya dinamis, kaitannya dengan kerumunan, balap liar, itu sangat dinamis," kata Kapolres Metro Jakarta Barat Kombes Pol Ady Wibowo saat ditemui di Mapolres Metro Jakarta Barat, Selasa.

Menurut Ady, Operasi Patuh Jaya sangat diperlukan untuk mengurangi kerumunan di jalanan karena pada masa pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) level tiga, kerumunan massa di jalanan semakin meningkat.

Kerumunan itu, kata Ady, dapat memicu kegiatan terjadinya aksi kriminal di jalanan seperti tawuran dan begal.

"Fokus Patuh Jaya ini adalah menghindari kerumunan, knalpot bising yang bisa timbulkan ketersinggungan, kemudian mungkin ada perkelahian," kata Ady.

Baca juga: Operasi Patuh Jaya, polisi bagikan masker di Jakarta Timur

Ady berharap operasi ini dapat mengedukasi masyarakat agar tetap taat protokol kesehatan (prokes) walaupun pemerintah secara perlahan telah melonggarkan PPKM.

Operasi Patuh Jaya 2021 akan dilakukan pada 20 September-3 Oktober dan menargetkan penegakan disiplin lalu lintas dan prokes di wilayah Jakarta dan sekitarnya.

"Operasi kali ini di samping untuk meningkatkan kedisiplinan masyarakat dalam berlalu lintas, juga meningkatkan kedisiplinan masyarakat untuk prokes COVID-19, sehingga mewujudkan kamtibmas berlalu lintas dan memutus mata rantai COVID-19," kata Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Fadil Imran di Jakarta, Senin (20/9).

Operasi Patuh Jaya 2021 akan melibatkan sebanyak 3.070 personel gabungan yang terdiri dari unsur TNI-Polri dan pemerintah daerah.

Fadil mengungkapkan ada lima indikator keberhasilan dalam pelaksanaan Operasi Patuh Jaya 2021, yang pertama adalah terjaminnya rasa aman dalam beraktivitas, yang kedua menurunnya tingkat pelanggaran masyarakat dalam berlalu lintas.

Baca juga: Operasi Patuh Jaya tertibkan kendaraan pelat hitam gunakan rotator

Indikator ketiga adalah menurunnya tingkat kecelakaan lalu lintas dan yang keempat adalah menurunnya kasus harian dan kasus aktif di Ibu Kota dan sekitarnya pada level PPKM yang sedang berlaku.

Menurut pihak kepolisian, pada 2020 terdapat 1.930.983 pelanggaran lalu lintas, 8.204 kecelakaan lalu lintas dengan korban 9.682 orang dan nilai kerugian mencapai Rp19 miliar.

"Saya berharap (Operasi Patuh Jaya 2021) juga menjadi ajang pembelajaran pada seluruh anggota untuk meningkatkan pelayanan dan pendekatan penegakan hukum yang lebih produktif," ujarnya.

Lebih lanjut, dia juga mengingatkan bahwa pandemi COVID-19 di wilayah Jakarta belum berakhir dan masih ada kasus aktif sebanyak 4.836 orang dengan "positivity rate" terakhir sebesar 1,1 persen.

Oleh sebab itu, dia mengingatkan kepada seluruh jajaran TNI-Polri dan pemerintah daerah yang terlibat dalam kegiatan ini juga tidak hanya fokus pada disiplin lalu lintas, namun juga terus memberikan prioritas pada disiplin protokol kesehatan.

Baca juga: Knalpot bising, rotator dan balap liar jadi target Operasi Patuh Jaya

"Ini berarti penularan masih bisa terjadi, oleh sebab itu operasi ini tidak hanya lalu lintas, tapi seluruh kegiatan juga diarahkan pada pola preemtif, preventif dan tindakan simpati, persuasif, edukatif dan humanis kepada masyarakat agar mereka taat berlalu lintas dan taat protokol kesehatan," pungkasnya.
 

Pewarta: Walda Marison
Editor: Edy Sujatmiko
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Polda Metro Jaya gelar Operasi Patuh Jaya 2021 selama 14 hari

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar