Semarang (ANTARA News) - Perguruan tinggi negeri yang tergabung dalam Badan Kerja Sama PTN se-Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta sepakat memfokuskan penyelenggaraan kuliah kerja nyata di kawasan bencana Merapi.

"Kami menyepakati untuk menerjunkan minimal 30 persen mahasiswa untuk program KKN dan para ahli di daerah bencana Merapi, terkait upaya pemulihan dan rekonstruksi," kata Ketua BKS PTN Jateng-DIY, Prof Rochmat Wahab di Semarang, Jumat.

Menurut dia, perguruan tinggi tidak boleh menjadi "menara gading" yang terisolasi dan tidak memerhatikan permasalahan yang terjadi di lingkungan masyarakat sekitarnya, namun harus menjadi "menara air".

Dengan menjadi "menara air", kata dia, perguruan tinggi harus peduli dengan kondisi lingkungan masyarakat sekitar, terutama terkait dampak bencana erupsi Merapi yang sampai saat ini tak kunjung berakhir.

Ia mengatakan masyarakat yang tinggal di kawasan Merapi hingga saat ini terus menghadapi berbagai tantangan dan dampak bencana erupsi Merapi, dan sampai saat ini pun masih harus menghadapi bencana lahar dingin.

"Hal ini menjadi tanggung jawab moral PTN, terutama yang ada di kawasan Jateng-DIY. Kami akan memfokuskan upaya menangani permasalahan ini, termasuk menerjunkan minimal 30 persen mahasiswa KKN dan para ahli," kata Rochmat.

Sementara itu, Rektor Universitas Diponegoro Semarang, Prof Sudharto P Hadi yang hadir dalam kesempatan itu juga mengatakan kesepakatan menerjunkan minimal 30 persen mahasiswa KKN dan para ahli terkait bencana Merapi bukan berarti hal itu belum pernah dilakukan.

"Itu sudah dilakukan, namun akan dioptimalkan. Undip sendiri telah menyikapi penanganan dampak bencana dengan menerjunkan mahasiswa KKN ke kawasan itu, terutama untuk melakukan pendampingan pada masyarakat," katanya.

Ia menyebutkan Undip telah menerjunkan setidaknya sekitar 1.000 mahasiswa untuk melakukan KKN di kawasan tersebut secara bertahap dan langkah itu memang menjadi salah satu bentuk perhatian PTN terhadap masyarakat sekitar.

Perguruan tinggi, kata Sudharto, memang tidak boleh menjadi "menara gading" yang menjulang ke atas dan justru tidak peka dengan persoalan-persoalan yang dihadapi masyarakat sekitar, namun PTN harus peka dan mampu menangani permasalahan lokal yang dihadapi masyarakat.(*)
(U.KR-ZLS/Z003/R009)

Editor: Ruslan Burhani
Copyright © ANTARA 2011