PON Papua

PBTI bangga atlet di luar perkiraan mampu raih emas PON XX

PBTI bangga atlet di luar perkiraan mampu raih emas PON XX

Atlet taekwondo Bali Ni Kadek Heni Prikasih (kanan) melepaskan tendangan ke arah atlet taekwondo Banten Fisca Afe Relia (kiri) pada final Taekwondo kategori Kyorugi kelas under 46 Kg putri PON Papua di GOR Politeknik Penerbangan Kayu Batu, Kota Jayapura, Papua, Selasa (5/10/2021). ANTARA FOTO/Nova Wahyudi/wsj

Jayapura (ANTARA) - Ketua Umum Pengurus Besar Taekwondo Indonesia (PBTI) Letnan Jenderal (Letjen) TNI (Purn) Thamrin Marzuki mengaku bangga dengan capaian para atlet yang di luar perkiraan banyak orang mampu meraih medali emas pada Pekan Olahraga Nasional (PON) XX.

"Kita sangat bangga dengan atlet daerah yang di luar perkiraan bisa menunjukkan prestasi di event ini," kata Letjen TNI (Purn) Thamrin Marzuki di Jayapura, Selasa.

Ia menyebut dari 20 emas yang diperebutkan di cabang olahraga taekwondo, 16 di antaranya masih didominasi oleh Provinsi Jawa Barat, Jawa Tengah dan DKI Jakarta.

Lebih rinci, Jawa Barat keluar sebagai juara umum dengan perolehan sembilan emas dan masing-masing tiga perak dan perunggu. Selanjutnya, Jawa Tengah mengumpulkan empat emas, enam perak dan lima perunggu. Kemudian DKI Jakarta berhasil mengumpulkan tiga emas, satu perak dan enam perunggu.

Baca juga: Hari pertama taekwondo PON Papua, DKI tiga emas dan Jateng dua emas
Baca juga: Jawa Barat pertahankan gelar juara umum taekwondo

Sisanya, satu emas diraih oleh taekwondoin Glorya Rinny Keleyan atlet tuan rumah. Glorya memastikan diri menyabet emas setelah mengalahkan Tsamarah Tsabitah atlet asal Jawa Tengah. Medali emas lainnya diamankan oleh Bali, Sulawesi Tengah dan terakhir Sumatera Barat.

"Ini yang tidak kita perkirakan namun mereka mampu membuktikan prestasi," kata Letjen TNI Purn Marzuki.

Baca juga: Medali emas Glorya Rinny Keleyan jadi sejarah baru taekwondo Papua

Secara umum, lanjut dia, setiap ada kegiatan seperti PON seluruh Pengurus Provinsi harus melakukan evaluasi menyeluruh termasuk PBTI sebagai pihak penyelenggara.

Sebab, sebagai ajang olahraga terakbar di Tanah Air, penyelenggaraan PON tidak boleh asal-asalan. Oleh karena itu, setiap daerah harus melakukan perbaikan untuk persiapan PON selanjutnya.

Pewarta: Muhammad Zulfikar
Editor: Junaydi Suswanto
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Dampak ekonomi PON & Peparnas capai Rp1,6 triliun

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar