Gianyar (ANTARA News) - Artis Happy Salma yang dipersunting oleh Tjokorda Bagus Dwi Santana Kerthayasa, putra keluarga Puri Saren Kauh, Ubud, Kabupaten Gianyar, mengikuti upacara "pelebon" atau ngaben untuk keluarga Puri Agung Ubud, kemarin.

Happy yang berdiri di samping suaminya Tjokorda Bagus itu mengenakan pakaian adat Bali berwarna hitam dan sanggul minimalis dengan hiasan bunga.

Di tengah keramaian keluarga dan ratusan turis asing maupun lokal, Happy yang dipersunting Tjokorda Bagus Dwi Santana pada Oktober 2010 itu turut mengikuti jalannya prosesi upacara "pelebon" tiga anggota keluarga Puri Agung Ubud.

Ketiga anggota keluarga Puri Ubud tersebut adalah Tjokorda Rai Astawa, Tjokorda Ngurah Wardana, dan Tjokorda Gerald Sukawati yang ketiganya dari Puri Mue, Puri Kantor, dan Puri Mertasari.

"Upacara seperti ini sudah menjadi kewajiban bagi orang Bali, tentunya untuk mengantarkan mereka yang meninggal dunia agar rohnya yang masih ada di dunia bisa kembali ke nirwana atau surga," ujar Tjokorda Kerthyasa, tokoh Puri Ubud yang juga mertua dari Happy Salma.

Ia mengatakan, "pelebon" ini hanya menggunakan dua buah bade atau tempat pengusung mayat setinggi 15 meter dengan sembilan tumpang atau tingkatan yang dianggap sebagai simbol kehidupan seseorang yang terdiri dari bumi (bhur), tubuh (bwah) dan jiwa (swah).

Satu bade diisi satu jenazah yang paling dituakan, dan satu bade lainnya diisi dua jenazah secara bersamaan.

"Pelebon" adalah upacara pembakaran jenazah bagi umat Hindu di Bali atau di kalangan masyarakat biasa disebut dengan ngaben yang bermakna melepas roh.(*)
(T.M026/A035)

Editor: Ruslan Burhani
Copyright © ANTARA 2011