Data Centre First luncurkan pusat data 30 MW di KEK Nongsa

Data Centre First luncurkan pusat data 30 MW di KEK Nongsa

Desain data centre di Nongsa Digital Park, Kota Batam Kepulauan Riau. (ANTARA/ HO- Nongsa Digital Park)

Infrastruktur modern ini membuktikan komitmen NDP dalam menarik SDM terbaik dan sebagai mitra infrastruktur global sekaligus memperkuat peran kami sebagai 'Jembatan Digital' pada peta jalan digitalisasi Indonesia
Batam (ANTARA) - Operator data centre internasional, Data Centre First Pte Ltd, meluncurkan proyek pusat data baru 30 MW di Kawasan Ekonomi Khusus Nongsa Digital Park Batam, Senin.

Dalam keterangan tertulis, dikatakan bahwa Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto mengapresiasi proyek data centre 30 MW yang dibangun Data Center First itu.

Menteri juga menyambut baik pelaksanaan tahap I proyek senilai 40 juta dolar AS.

Chief Executive Data Center First Ka Vin Wong menyatakan gembira menjadi penghubung baru dalam visi besar tentang masa depan digital Singapura dan Indonesia, dengan kehadiran Nongsa One di Nongsa Digital Park.

"Hal ini terwujud berkat komunitas klien yang terus bertambah dan keperluan menyediakan layanan independen di sentra bisnis terbaru ini," kata dia.

Pihaknya terus menerima minat dari penyelenggara jasa telekomunikasi, penyedia infrastruktur Cloud, dan penyedia layanan E-Commerce.

"Saya juga gembira atas pengakuan yang diberikan pelaku pasar. Mereka telah menjadi bagian dari komunitas yang terus berkembang," kata dia.

Dengan kehadiran Nongsa One di Nongsa Digital Park, perusahaan-perusahaan digital dapat memanfaatkan infrastruktur kelas dunia guna melindungi aset-aset digital yang telah beroperasi dari ancaman bencana alam.

Nongsa Digital Park menjadi tempat alternatif terbaik karena terletak di lokasi yang bebas dari bencana alam sehingga dapat ikut melindungi ekonomi digital Indonesia yang berkembang pesat.

Melimpahnya kabel optik bawah laut oleh berbagai penyelenggara jasa telekomunikasi yang menghubungkan Singapura dan Jakarta membuat Nongsa Digital Park menjadi titik jaringan masuk dan keluar yang paling efektif untuk klien yang ingin membawa data masuk dan keluar Indonesia secara efisien.

Nongsa Digital Park, didukung Nongsa One, mencerminkan visi Jembatan Digital yang dicetuskan pemerintah Singapura dan Indonesia.

CEO Nongsa Digital Park Mike Wiluan mengungkapkan kegembiraan menyambut kehadiran Data Center 30 MW milik Data Centre First dalam ekosistem perusahaan digital yang tengah berkembang dan terbentuk di KEK Nongsa.

"Infrastruktur modern ini membuktikan komitmen NDP dalam menarik SDM terbaik dan sebagai mitra infrastruktur global sekaligus memperkuat peran kami sebagai 'Jembatan Digital' pada peta jalan digitalisasi Indonesia," kata dia.

Ia mengatakan ingin berkolaborasi dengan Data Centre First untuk menarik minat lebih banyak investasi asing guna mendukung pertumbuhan ekonomi digital di Indonesia.

Nongsa One menempati lahan seluas 2,5 Ha di Kawasan Ekonomi Khusus Nongsa atau dikenal sebagai Nongsa Digital Park.

Desain kompleks Data Centre 30 MW ini mengusung konsep "powerhouse" unggulan yang memungkinkan Nongsa One dapat meningkatkan skala kebutuhan listrik secara independen untuk 2 gedung di kompleks tersebut.

Desain unggulan terbaru itu akan menjadi fitur andalan dari seluruh kompleks yang akan dibangun Data Center First.

Baca juga: Menko Airlangga serahkan PP dua Kawasan Ekonomi Khusus di Batam

Baca juga: Indonesia-Singapura bidik peningkatan kerja sama di Kendal dan Nongsa

Baca juga: Nongsa Digital Park, jembatan menuju "Silicon Valley" Indonesia

Baca juga: "Silicon Valley" di Batam sangat dimungkinkan

Pewarta: Yuniati Jannatun Naim
Editor: Ahmad Buchori
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar