Memelihara Reptil Jadi Gaya Hidup

Memelihara Reptil Jadi Gaya Hidup

Buaya (ANTARA/Septianda Perdana)

Memelihara reptil kini sudah dianggap seperti memelihara anjing dan kucing"
Semarang (ANTARA News) - Memelihara reptil mulai menjadi gaya hidup baru bagi warga Semarang, Jawa Tengah, seiring bergesernya anggapan yang dulu menyebut itu adalah hobi yang aneh.

"Memelihara reptil kini sudah dianggap seperti memelihara anjing dan kucing," kata Ketua Panitia Pameran Reptil "Indoreptilnesia", Royen Dior Nainggolan, di Semarang, Kamis.

Di sela pameran reptil yang berlangsung di Plasa Simpanglima Semarang pada 23-27 Februari 2011 itu, ia mengatakan paradigma negatif terhadap orang yang memelihara reptil sudah mulai pudar.

"Sekarang juga sudah mulai bermunculan klub pecinta reptil di berbagai daerah di Indonesia, termasuk Semarang," kata anggota Semarang Reptile Community (SMART) ini.

Bermunculannya klub-klub pecinta reptil itu, kata dia, merupakan indikasi hobi memelihara reptil sudah mulai diterima dan diminati masyarakat, seperti hobi-hobi lainnya.

Ia menilai semakin banyaknya orang yang hobi memelihara reptil akan menjadikan harga hewan itu kian kompetitif dan tak lagi mahal.

Akan tetapi, ia mengaku bahwa reptil yang dipelihara bukan hewan langka yang dilindungi karena akan mengganggu populasinya, melainkan jenis reptil biasa yang bebas diperjualbelikan.

Sementara itu, Pemilik "DM Turtle", Dennis Mulyana mengatakan pemeliharaan hewan reptil sebenarnya tidak terlalu membutuhkan perawatan-perawatan yang khusus.

"Memelihara reptil sebenarnya cukup mudah dan tidak merepotkan, asalkan kebutuhan pokok seperti makanan dan kebersihan kandang harus terjaga dengan sangat baik," katanya.

Ia mencontohkan kura-kura yang harus diberi makan sayuran yang bersih dan bebas pestisida, serta kebersihan kandang harus selalu menjadi perhatian para pemiliknya.(*)

KR-ZLS/M027

Editor: Jafar M Sidik
COPYRIGHT © ANTARA 2011

Budi daya ayam serama yang sombong dan bernilai belasan juta

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar