Palembang (ANTARA News) - Sriwijaya Football Club memutuskan untuk memecat pemain belakang Rahmat Latief dari skuat tim terhitung sejak Senin (21/3), karena menilai pemain tersebut telah bertindak tidak disiplin dengan tidak bergabung setelah dicoret dari daftar pemain Timnas U-23 pada akhir Januari 2011.

Menurut Direktur Teknik dan SDM PT Sriwijaya Optimis Mandiri selaku pengelola Sriwijaya FC, Hendri Zainuddin, di Palembang, Selasa, pencoretan Rahmat Latief itu itu telah menjadi keputusan manajemen dan akan segera dilegalkan melalui surat resmi.

"Setelah dilakukan pembicaraan internal antara manajemen dan pelatih, maka diambil keputusan untuk memecat Rahmat Latief.

Yang bersangkutan telah kembali ke Makassar, kata Hendri pula.

Dia menjelaskan, Rahmat Latief kembali bergabung dengan tim pada satu hari sebelum laga melawan Persiwa Wamena di Palembang, Minggu (20/3).

Padahal, Latief telah dicoret oleh pelatih Timnas Alfred Riedl sejak akhir Januari lalu, karena tidak hadir dalam sesi latihan dengan alasan melakukan operasi gigi.

"Tindakan Rahmat Latief tidak dapat ditoleransi karena tidak langsung kembali ke klub setelah dicoret dari Timnas atau sekitar dua bulan lebih mangkir. Manajemen maupun pelatih sudah menghubungi dia, tetapi tidak ada komunikasi. Tiba-tiba dia bergabung dengan tim dua hari lalu, dengan alasan menyembuhkan operasi giginya," ujar dia lagi.

Latief yang dihubungi dalam kesempatan berbeda, membantah bahwa dirinya dipecat oleh manajemen SFC.

Menurut dia, dirinya yang mengajukan pengunduran diri sebagai pemain SFC, karena selama bergabung tidak menemukan kecocokan dengan pelatih Ivan Kolev.

"Tidak benar saya dipecat. Saya yang mengundurkan diri, karena memang saya tidak cocok dengan Kolev sejak awal," ujar dia.

Dia menerangkan, terpaksa mengambil inisiatif mengundurkan diri, karena tidak mendapatkan posisi yang jelas dalam skema tim.

"Memang sejak awal saya tidak cocok dengan Kolev (pelatih SFC, Red). Daripada hal ini berlanjut terus, lebih baik saya mengundurkan diri saja," ujar dia lagi.

Dia juga menjelaskan bahwa kepergiannya ke Makassar untuk operasi gigi, sebenarnya telah mendapatkan izin manajemen.

"Saya kembali ke Makassar untuk operasi gigi hanya dua minggu saja, kemudian kembali ke Timnas. Saya pergi ke Makassar, karena di sana alatnya lebih lengkap dibandingkan Palembang," ujar dia pula.

Terkait dengan masa depannya, mantan pemain PSM Makassar ini mengaku tetap optimistis.

"Sudah ada klub yang menawari, salah satunya Persiba Balikpapan. Tapi, saat ini saya memutuskan untuk istirahat dulu," ujar dia.

Latief bergabung dengan SFC sejak awal musim 2010-2011.

Selama menjadi punggawa "Laskar Wong Kito", Latief kurang mendapat tempat dalam tim, dan hanya diturunkan dalam tiga pertandingan oleh pelatih Ivan Kolev. (B014/K004)

Editor: Kunto Wibisono
Copyright © ANTARA 2011