Jakarta (ANTARA News) - Masyarakat Kabupaten Pulau Morotai, Provinsi Maluku Utara, akan menggelar apel akbar pada 28 Juli untuk mengikrarkan "Deklarasi Morotai" guna mempercepat pembangunan di daerah itu.

"Ikrar `Deklarasi Morotai` akan dilakukan di Lapangan Bumi Moro, Kota Daruba," kata ahli ekowisata Institut Pertanian Bogor (IPB) Dr Ir Ricky Avenzora, MSc.F selaku sutradara film "The Beauty of Morotai" saat menghubungi ANTARA di Jakarta, Rabu malam.

Usai diterima Penjabat Bupati Morotai Sukemi Sahab, ia menjelaskan bahwa rencana itu telah disampaikan kepada kepala daerah setempat.

Dalam pertemuan itu, kata dia, bupati mengatakan apel akbar tersebut juga untuk silaturahmi seluruh warga masyarakat, musyawarah pimpinan daerah (Muspida) dan pimpinan daerah. "Pada apel akbar itu, masyarakat Morotai akan membacakan `Deklarasi Morotai`," katanya.

Bupati menegaskan deklarasi yang akan mereka canangkan adalah berkaitan dengan ikrar masyarakat Morotai dalam menyongsong dan mempercepat pembangunan di daerah setempat.

Ia mengatakan ada beberapa butir fikiran utama yang akan dituangkan dalam "Deklarasi Morotai".

Butir-butir itu di antaranya yang berkaitan dengan tekad mereka untuk mewujudkan kesejahteraan bagi masyarakat Morotai sesegera mungkin.

Selain itu, berkaitan dengan pentingnya untuk menegakkan kejujuran dan keadilan dalam rangka membangun Morotai. "Serta tekad mereka untuk bekerja keras dan ikhlas sebagai wujud dari keluhuran martabat masyarakat mereka," kata bupati seperti dikutip Ricky Avenzora.

Sementara itu, bersama aktris yang juga duta UNESCO untuk Asia Tenggara, Christine Hakim, saat ini Ricky Avenzora selaku sutradara sedang menggarap film dokumenter "The Beauty of Morotai".

Dalam film tersebut Christine Hakim bertindak sebagai produser dengan dukungan Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata, Pemerintah Provinsi Maluku Utara, dan Pemerintah Kabupaten Morotai.

Ia mengatakan terkait pembuatan film dokumenter itu pada 23-30 Juni 2011, telah dilakukan pengambilan gambar di Maluku Utara, baik Ternate maupun Morotai.

Pada tahap lanjutan, kata dia, bersama tim dirinya akan menyelesaikan "scene" Morotai sampai 5 Agustus 2011, dan pada 6-17 Agustus akan menyelesaikan "scene" di Ternate.

Ricky yang sebelumnya sudah bekerja sama dengan Christine dalam film dokumenter "Mak Itam & Me" menjelaskan, film dokumenter ini akan mengangkat keindahan Morotai secara khusus, dan Maluku Utara secara umum.

"Yang kami angkat tentang `beauty of mind`, `beauty of culture`, `beauty of history`, dan `beauty of socio-livelyhood`," kata doktor lulusan Universitas Goettigen, Jerman itu.

Ia mengatakan film dokumenter "The Beauty of Morotai" itu akan dibuat dengan kualitas "full HD" dengan "output" film dokumenter dengan durasi 24 hingga 48 menit.(*)

(T.A035/M008)

Editor: Ruslan Burhani
Copyright © ANTARA 2011