San Salvador (ANTARA News/Reuters) - El Salvador mengakui Palestina sebagai sebuah negara merdeka di tengah upaya Liga Arab untuk menaikkan wilayah itu ke status keanggotaan penuhnya di Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

"Keputusan ini dibuat dalam konteks penghormatan besar El Salvador pada keputusan tertinggi oleh anggota-anggota PBB, sebagian besar dari mereka telah mengakui negara Palestina," kata Presiden El Salvador, Mauricio Funes, pada konferensi pers.

Status anggota penuh akan meminta persetujuan di Dewan Keamanan PBB, tempat sekutu Israel, Amerika Serikat, telah mengatakan mereka akan memveto setiap resolusi seperti itu (yang mengakui negara Palestina).

Funes, yang anggota kelompok sayap kiri Front Pembebasan Nasional Farabundo Marti, mengatakan ia mengharapkan keputusannya itu akan membantu memupuk perdamaian di Israel. Ia menambahkan bahwa ia mendukung hak negara itu untuk mempertahakan perbatasan yang aman.

Sekitar 120 negara telah mengakui negara Palestina hingga sekarang ini.

Palestina, yang sekarang ini memiliki status "peninjau" di PBB, sebelumnya telah berjanji untuk mengusahakan dukungan PBB atas klaimnya terhadap Jalur Gaza, dan Tepi Barat yang diduduki Israel serta Jerusalem Timur.

Langkah itu telah memperoleh momentum dengan tiadanya kemajuan dalam pembicaraan damai Israel-Palestina. Liga Arab telah mendukung secara resmi rencana itu pada Mei lalu.
(Uu.S008/A023)

Editor: Priyambodo RH
Copyright © ANTARA 2011